“TANPAMU, AKU LEMAH”: Renungan, Rabu 27 September 2023

0
1535

Pw S. Vinsensius a Paulo, Im (P).

Ezr. 0:5-9; MT Tb. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6.

Sebagai orang katolik yang telah dibaptis, kita tentu saja telah menerima tugas dan tanggung jawab kita untuk setia kepada Yesus dan mengikuti ajaran-ajaranNya. Dalam injil Lukas dikisahkan bahwa Yesus memanggil kedua belas muridNya dengan kuasa dan wewenang yang Ia berikan langsung kepada mereka. Serentak pula Yesus memberikan tugas kepada mereka untuk memberitakan kerajaan Allah serta menyembuhkan orang-orang sakit. Peristiwa tersebut menjadi peristiwa yang penting dalam perjalanan pelayanan Yesus, karena disaat itu Ia berkenan memberikan otoritasNya kepada para murid yang Ia percayakan untuk melanjutkan karya-karyaNya di dunia.

Kisah Injil ini mengajarkan kita akan pentingnya panggilan dan tugas pelayanan yang diberikan oleh Yesus. Setiap orang yang beriman kepadaNya telah dipanggil untuk menjadi saksiNya dan menjadi pengikutNya yang setia. Sebagai orang katolik kita mempunyai tanggung jawab untuk mewartakan Kerajaan Allah. Kita juga belajar bahwa suatu bentuk pelayanan haruslah mengandalkan kuasa dan kekuatan dari Allah. Tanpa campur tangan Allah, kita tidak dapat menyelesaikan apa yang telah kita mulai. Sama seperti yang diterima oleh para murid. Mereka tidak hanya diutus begitu saja melainkan diberikan kepercayaan untuk mengusir setan-setan dan menyembuhkan orang sakit. Hal ini menjadi tanda bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas kita, kita perlu mengandalkan kuasa dan kekuatan Allah, bukan hanya kekuatan kita saja. Sama halnya dengan perutusan para murid; pergi tanpa membawa apapun kecuali diri mereka sendiri. Mereka dipercayakan untuk mengandalkan Allah dan mempercayaiNya dalam perjalanan mereka. Demikian hal itu mengajarkan kita semua untuk tidak mengandalkan harta duniawi semata, tetapi tetap menggantungkan diri pada Allah dalam setiap pelayanan kita.

Sebagai umat beriman kita harus berpasrah diri dan mengandalkan Allah dalam setiap tugas dan pelayanan kita. Tanpa bantuan Allah kita tidak dapat melakukan apa-apa. Kita tidak dapat mengandalkan kekuatan kita saja. Oleh karena itu, kita perlu berefleksi bahwa kita perlu memiliki dorongan untuk hidup sebagai saksi Kristus yang setia dan mengandalkan kuasaNya dalam setiap tugas dan pelayanan kita.

(Fr. Marselino Porajow)

“Maka Yesus memanggil kedua belas muridNya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit”        (Luk. 9:1)

Marilah Berdoa

Tuhan, bantulah aku selalu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini