“PRIORITASKANLAH PELAYANAN!”: Renungan, Selasa 26 September 2023

0
1096

Hari biasa (H)

Ezr. 6:7-8, 12b, 14-20; Mzm. 122:1-2,3-4a, 4b-5; Luk 8.19-21

Pelayanan berarti memberi diri bagi banyak orang. Dengan itu pelbagai tindakan seseorang tentu selalu mengedepankan kebaikan banyak orang. Misalnya, seorang dokter ataupun para pekerja medis lainnya. Ketika mereka sedang bertugas, banyak hal yang berhubungan dengan kepentingan pribadi ditinggalkan sementara waktu. Mereka sangat fokus pada kesembuhan pasien. Banyak hal yang mereka korbankan demi sesuatu yang berguna dan kebaikan banyak orang. Mereka tentu tidak serta-merta meninggalkan keluarga atau urusan pribadi, akan tetapi dalam tugas pelayanan, mereka harus fokus, karena ada waktunya mereka akan bersama keluarga.

Hal serupa dialami Yesus seperti yang dikisahkan dalam Injil pada hari ini. Kita mendengar bahwa ketika Yesus sedang mengajar orang banyak, ibu dan saudara-saudaranya ingin berjumpa denganNya. Yesus tidak menghiraukannya. Ia tetap berusaha pada pewartaanNya dan fokus untuk mengajar orang banyak. Sekilas kita melihat, Yesus seakan menyangkal kehadiran Maria, ibuNya dan juga sudara-saudaraNya dengan mengatakan, “Ibuku dan saudara-saudaraKu ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”. Perkataan ini tentu mengejutkan orang banyak yang hadir saat itu. Perkataan ini pula tentu menusuk hati seorang ibu yang telah berusaha untuk berjumpa dengan anaknya.

Akan tetapi dalam pengajaranNya itu, Yesus hendak mengungkapkan kepada orang banyak itu bahwa dalam tugas dan pelayanan yang diberikan, kita hendaklah bekerja dengan fokus dan bertanggung jawab. Taati apa yang menjadi tanggungan kita. Gangguan-gangguan dari luar, sesuatu yang tidak begitu penting perlu diabaikan. Sesuatu yang tidak berkaitan dengan fokus kita, perlu dihindari. Bila tidak demikian, banyak hal yang menjadi tanggungan kita akan terus dibiarkan. Untuk apa kita melakukan banyak hal tetapi tidak ada buah yang dapat dihasilkan.

Pengajaran Yesus ini seharusnya menjadi inspirasi bagi kita umat beriman dalam hidup dan tindakan. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa dalam tugas-tugas harian, kita bukanlah manusia yang sempurna yang bisa menyelesaikan banyak hal. Akan tetapi ketika kita fokus untuk melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat serta dapat membantu banyak orang, kita akan menjadi murid Tuhan yang berkualitas karena bisa memberikan hasil yang baik. Kita akan menjadi ibu dan saudara-saudaraNya karena kita melaksanakan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

(Fr. Arnoldus Lopi)

“…IbuKu dan saudara-saudaraKu ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk. 8:21).

 Marilah berdoa:

Tuhan Allahku, buatlah aku hidup menurut kehendakMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini