“SUDAHKAN BERBUAT BAIK?” : Renungan, Senin 30 Oktober 2023

0
1140

Hari biasa (H).

BcE. Rm. 8:12-17; Mzm. 68:2. 4,6-7ab, 20-21; Luk. 13:10-17.

Ketika kita berusaha menjadi orang baik atau melakukan perbuatan baik, maka kita harus siap pula berhadapan dengan pelbagai tantangan. Perbuatan baik yang kita lakukan, sering kali mendapat cemoohan dari sebagian orang. Hal seperti inilah yang dialami Yesus dalam bacaan Injil hari ini.

Secara garis besar, bacaan Injil mengisahkan tentang Yesus yang sedang mengajar di rumah ibadat dan menyembuhkan seorang perempuan yang selama delapan belas tahun dirasuki roh jahat. Namun, tindakan penyembuhan Yesus itu ditegur oleh kepala rumah ibadat, karena hari itu adalah hari Sabat.

Saudara terkasih, jika firman Tuhan kita resapi dan cermati dengan saksama, maka situasi Yesus saat itu, sering juga kita alami dalam kehidupan kita. Misalnya, ketika kita berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara membantu sesama, rajin ke gereja, aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja dan masyarakat, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi banyak orang, seringkali kita mendapat cemoohan atau ejekan dari orang-orang di sekitar kita. Ada yang beranggapan bahwa tindakan-tindakan itu kita lakukan hanya untuk mencari nama di depan banyak orang, paksa suci dan lain sebagainya. Kata-kata cemoohan seperti itulah yang terkadang membuat kita merasa malu dan ragu-ragu untuk berbuat baik. Semangat kita untuk menjadi orang baik dan benar itu akhirnya sirna secara perlahan.

Firman Tuhan hari ini sejatinya mengajarkan kita bahwa jangan malu, jangan takut dan jangan ragu berbuat baik bagi orang lain. Yesus telah menjadi contoh dan teladan bagi kita. Dialah teladan dan panutan sejati. Jangan juga menjadi pribadi yang cepat menyerah dan putus asa, ketika perbuatan baik kita dipandang sebelah mata oleh orang lain. Belajarlah dari Yesus yang membantu dan mencintai semua orang tanpa pamrih. Cinta dan sayangNya itu, Ia buktikan dengan membantu banyak orang sampai nyawaNya pun Ia korbankan bagi kita. Mari jadi pribadi-pribadi yang menyebarkan kasih dan kebaikan bagi siapa saja terlebih bagi mereka yang dikucilkan dan yang dilupakan oleh banyak orang. Satu pertanyaan refleksi, sudahkah saya membantu orang lain hari ini?

(Fr. Basilius Koisine)

“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Gal. 6:10)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bukalah pintu hati kami agar peduli serta membantu sesama kami yang berkekurangan. Amen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini