“CINTA TUHAN DAN SESAMA MANUSIA”: Renungan, Minggu 29 Oktober 2023

0
1497

Hari Minggu Biasa XXX.

Kel. 22:21-27; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab; 1Tes. 1:5c-10; Mat. 22:34-40.

Dalam situasi dewasa ini dapat kita lihat bahwa semakin kurang orang yang masuk ke gereja dengan alasan mereka masing-masing. Ada berbagai macam alasan seperti kesibukan pekerjaan, ketiduran, bepergian, kemalasan, permasalahan dalam Gereja. Bisa jadi juga karena masa sekarang pelayanan misa di paroki dan stasi hampir setiap hari Minggu atau dua minggu sekali, maka kerinduan akan misa itu sudah berkurang. Berbeda dengan dulu-dulu di mana umat mendapatkan pelayanan misa sebulan sekali bahkan sampai tiga bulan sekali khususnya di daerah diaspora sehingga kerinduan akan misa itu sangat besar sekali.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan dua hukum yang terutama yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum kedua yang sama dengan itu ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Yesus mengatakan bahwa pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Kedua hukum ini mau memperlihatkan hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan dan hubungan horizontal antara sesama manusia yang membentuk sebuah salib. Maka kedua hukum ini tergambarkan dalam salib Kristus yaitu ketaatan Kristus kepada Bapa dan cintaNya kepada manusia.

Melalui Injil hari ini, kita belajar untuk senantiasa mencintai Tuhan dalam hidup kita. Cinta kita kepada Tuhan itu dapat terlihat lewat kehadiran kita di gereja. Apakah kita senantiasa mencari Tuhan yang hadir dalam SakramenNya yang Mahakudus. Apakah kita mau menimbah kekuatan serta mau memperoleh keselamatan dari padaNya. Keselamatan telah disediakan oleh Yesus kepada kita yang mau mencari dan menerimanya. Kita pun yang telah menerima keselamatan dari Tuhan dituntut untuk saling menyelamatkan satu dengan yang lain dan bukan sebaliknya yaitu saling memusuhi atau menjatuhkan satu dengan yang lain. Kita harus mengajak sesama kita untuk mau datang dekat dengan Tuhan. Selain itu juga, kita pun dituntut oleh Tuhan untuk mampu berkorban bagi keselamatan sesama karena Dia telah lebih dulu berkorban untuk keselamatan kita manusia.

(Redaksi)

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat. 22:40).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami senantiasa mencintai dan mengarahkan hati kami kepadaMu dan juga kepada sesama kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini