Pesta S. Matius, RasPenInj (M).
Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13.
Pada hari ini, Gereja universal merayakan pesta Santo Matius, Rasul dan pengarang Injil. Matius dikenal sebagai salah satu pendosa di kalangan orang pada umumnya karena dia adalah pemungut cukai. Namun, Tuhan memilih dan mengangkatnya menjadi murid-Nya untuk mewartakan firman Allah kepada banyak orang. Itu berarti bahwa bagi Tuhan, Matius adalah orang yang berharga yang bisa diandalkan dan dipakai oleh Tuhan sebagai alat-Nya, meskipun di mata manusia dia tidak dianggap bahkan dibenci oleh orang-orang pada masanya.
Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, mengajak kita semua untuk melihat bagaimana kita semua dipanggil untuk menjadi murid-murid Kristus dan menghadirkan Kristus dalam hidup kita dengan menjadi teladan dan contoh yang baik untuk sesama kita dengan melaksanakan sabda Allah. Dalam bacaan pertama, kita diajak agar selalu rendah hari, lemah lembut, sabar dan menolong sesama kita dalam kasih. Dalam bacaan Injil, dikisahkan tentang Matius yang dipanggil oleh Yesus sebagai murid-Nya. Ketika Yesus memanggil Matius dengan berkata: “Ikutlah Aku”. Maka, Matius dengan keterbukaan hati langsung menanggapi panggilan Yesus dan rela meninggalkan semua miliknya, ia bertobat dan dengan berani memutuskan untuk memulai hidupnya yang baru bersama Yesus yang adalah jalan, kebenaran dan hidup untuk semua orang.
Pengalaman perjumpaan Yesus dengan Matius seorang yang berdosa ini, mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah memandang siapa kita, tidak melihat latar belakang kita yang baik atau pun yang buruk tetapi bagaimana Ia menunjukkan kasih-Nya yang tulus dan istimewa kepada semua orang, baik orang yang tidak berdosa maupun orang berdosa. Maka, pada ayat terakhir dari injil hari ini mengatakan bahwa: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa (Mat. 9: 13). Yesus tidak pernah membeda-bedakan, bahkan Yesus berkata Ia datang untuk memanggil orang berdosa. Ia selalu membuka kesempatan kepada kita semua untuk datang kepada-Nya, Ia selalu memanggil kita untuk kembali kepada-Nya, Ia menghendaki agar kita semua hidup benar dan diselamatkan.
Yesus mencintai dan mengasihi kita semua sebagaimana Ia mencintai dan mengasihi Rasul Matius. Kita seharusnya menyadari bahwa Tuhan selalu membuka kesempatan kepada kita untuk bertobat, Tuhan selalu memanggil kita untuk hidup dalam kebenaran. Semua ini akan terjadi dan terlaksana jika kita semua dengan berani seperti Matius untuk berkata saya mau berubah, saya mau bertobat dan memulai hidup yang baru di dalam Yesus sebagai Tuhan yang saya imani. Marilah kita berdoa supaya Allah selalu memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita agar dengan dorongan dan bantuan Roh Kudus dan usaha kita, maka kita akan hidup dalam Kristus sebagai pemenang dan diselamatkan.
Redaksi
“…karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”(Mat. 9: 13)
Marilah berdoa:
Allah yang maha baik, mampukanlah kami untuk hidup benar dihadapan-Mu dan menjadi pengikuti-Mu yang setia. Amin











