“TELADAN KEMURIDAN”: Renungan, Jumat 29 Juni 2023

0
1074

Hari Raya S. Petrus dan S. Paulus, (M)

Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19.

Setiap tanggal 29 Juni, Gereja merayakan Hari raya santo Petrus dan Paulus. Mengapa? Untuk menghormati kemartiran mereka. Perayaan ini berasal dari tradisi kuno, yg merupakan peringatan kematian dan pemindahan relikui mereka ke basilika. Siapakah Santo Petrus dan Paulus itu?

Santo Petrus dipanggil oleh Yesus saat bekerja sebagai seorang nelayan. Dengan tulus hati, tanpa ragu dan menyesal, ia meninggalkan segala yang ia miliki dan mengikuti Yesus. Petrus merupakan orang pertama yang menyatakan imannya kepada Kristus dengan penuh kesadaran,  dengan berkata : “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat. 16:16).

Karena imannya, Yesus berkata kepadanya: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”(Mat. 16:18-19).

Yesus memberikan kuasa kepada Petrus untuk menjadi pemimpin umat. Karena ketakutan manusiawinya, ia gagal menjadi pemimpin dan menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Tetapi sesudah kebangkitan Yesus, Petrus sadar diri sehingga mengulangi janjinya bahwa ia mengasihi Yesus lebih dari yang lain. Karena keterbukaannya ini maka Yesus pun membaharui janji-Nya dengan memanggil Petrus: “Ikutlah Aku” (Yoh. 21:22).

Awalnya Santo Paulus adalah orang yang kejam karena membunuh banyak orang yang mengikuti Yesus dari Nazaret. Namun pengalaman akan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik telah mengubah seluruh hidupnya. Peranan penting Santo Paulus dalam Gereja adalah menjelaskan iman Kristiani dan menjadi rasul yang mewartakan injil kepada bangsa-bangsa lain.

Timotius dalam bacaan kedua mengungkapkan pengalaman kerasulan Paulus yang dihiasi oleh banyak pengalaman menyenangkan dan penderitaan. Paulus berkata, “Darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan” (2 Tim. 4:6-8).

Santo Petrus dan Paulus merupakan dua tokoh Gereja yang membawa kita semua kepada Tuhan Yesus sendiri. Sikap rela berkorban diri bahkan menyerahkan nyawa dalam mengasihi Yesus inilah yang harus kita ikuti dalam Gereja di jaman now. Selamat pesta santo Petrus dan Paulus.

(Fr. Rikon Patiama)

“Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

 (Mat. 16:13).

Marilah berdoa:

Ya Allah, pakailah aku menjadi pewarta kabar sukacita-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini