Pw. Ireneus, UskMrt (M)
Kej. 15:1-12,17-18; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Mat. 7:15-20.
Saudara-saudari yang dikasihi Allah. Pada bacaan pertama, mengisahkan tentang kepercayaan Abraham yang diuji oleh Tuhan. Kepercayaan Abraham mengenai sebuah janji tentang keturunannya. Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abraham dan ia menanggapinya dengan suatu kepercayaan. Maka, Tuhan menganggap kepercayaan itu sebagai tanda iman dan menganggapnya sebagai kebenaran. Sebab orang benar adalah orang yang lurus hatinya dan tunduk pada perintah-perintah Tuhan. Kepercayaan Abraham inilah yang mempengaruhinya dan menjadi spirit dalam setiap perbuatannya.
Saudara-saudari yang dikasihi Allah. Pada bacaan Injil berbicara mengenai kepercayaan yang berlindung pada kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki seseorang menjadikan orang lain menjadi percaya atas setiap ucapan dan tindakannya. Maka, Yesus menegaskan kepada kita bahwa, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengar menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”. Mereka berlindung pada kekuasaan yang dimiliki, sehingga apa yang dikatannya baik, tetapi tidak ditunjukkan dalam tindakannya. Terdengar baik tetapi tidak benar.
Saudara-saudari yang dikasihi Allah. Hari ini, Yesus mengingatkan kita semua untuk hidup sebagai orang benar yang hidup sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. Melalui penebusan-Nya, Allah menjanjikan kita keselamatan yang kekal. Maka, kita harus percaya kepada Yesus dan kebenaran yang diwartakan. Yesus melukiskan dengan setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Dengan demikian bahwa pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik harus ditebang dan di buang ke dalam api.
Saudara-saudari yang dikasihi Allah. Perjanjian Tuhan dengan Abraham menjadi bukti belas kasih, kesetiaan dan cinta Tuhan yang kemudian digenapkan dalam karya dan penebusan Yesus Kristus. Karena itu, kita sebagai umat Kristen harus tetap teguh, setia pada perintah Tuhan dan kita harus hidup dalam kebenaran sama seperti St. Ireneus yang diperingati hari ini. St. Ireneus adalah uskup yang penuh dengan semangat iman dan ia berani melawan bidaah Gnostisisme yang menyampaikan ajaran-ajaran sesat dan keliru. Semoga kepercayaan dan iman Abraham dan St. Ireneus menghantar kita untuk hidup benar dan rendah hati, sehingga kita dapat bersatu dengan Tuhan.
(Fr. Antonio Herdy Faubun)
“Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. (Mat. 7:17)”
Marilah Berdoa:
Tuhan, semoga kami dapat hidup benar dengan penuh semangat iman dan percaya bahwa hanya Engkau yang dapat menyelamatkan kami. Amin.











