“Apakah Air adalah Sumber Kehidupan?”: Renungan, Selasa 29 Maret 2022

0
4036

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U).

Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5:1-16.

Kurang lebih 60% dari total berat tubuh manusia adalah air/cairan. Karenanya tak heran cairan menjadi zat yang sangat penting untuk membantu tubuh kita agar tetap sehat sehingga dapat menunjang kehidupan dan aktivitas setiap hari. Air menjadi suatu kebutuhan hidup yang sangat penting bagi manusia. Tanpa air manusia tidak bisa melaksanakan kehidupannya dengan total.

Nabi Yehezkiel memberikan suatu penglihatan bagi kita semua bahwa air yang mengalir dari tempat kudus, yang telah menjadi sungai, dapat memberikan kehidupan bagi makhluk hidup di dalamnya. Sungai itu memberikan kehidupan bagi setiap pohon yang tumbuh di sekitar aliran sungai yang berasal dari tempat kudus. Pohon yang tumbuh di tepi sungai itu, daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis. Buahnya bisa menjadi makanan dan daunnya bisa menjadi obat. Yehezkiel mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang berasal dari tempat kudus dapat memberikan kehidupan bagi setiap makhluk hidup yang hidup di dalamnya dan di sekitarnya.

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa sumber utama dari kehidupan bukanlah air melainkan Yesus Kristus sendiri. Air hanyalah bagian kecil dari Dia yang merupakan sumber kehidupan ini. Air hanyalah materia atau simbol dari kebaikan Kristus kepada umat-Nya. Yesus Kristus yang telah datang ke dunia membawa kehidupan yang nyata bagi kita umat-Nya yang mau melaksanakan kehendak-Nya. Melalui penyembuhan yang dilakukan-Nya di kolam Betesda (Yoh. 5), Yesus mau menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada kita. Dia hadir dan datang untuk menjamah kita agar kita dapat memperoleh kehidupan dari pada-Nya.

Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini mau menunjukkan kepada kita bahwa air yang digunakan oleh Gereja Katolik merupakan air kudus. Air itu menjadi tanda bahwa di dalam Kristus kita telah dibebaskan dari dosa dan memperoleh tiket kehidupan kekal. Kita yang telah diberi kehidupan oleh Kristus diharapkan untuk dapat menghadirkan Kristus sumber kehidupan kepada semua orang. Setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita haruslah menjadi sumber kehidupan bagi sesama kita. Kristus mengajarkan kita agar kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dalam kehidupan harian kita diharapkan untuk membawa serta menghadirkan sukacita Injil bagi sesama kita yang membutuhkan.

(Fr. Petrus Ndemu)

“Barang siapa minum air yang akan kuberikan kepadanya ia tidak akan haus lagi”
(Yoh. 4: 14)
.

Marilah berdoa:

Ya Bapa, ajarlah aku agar tetap setia menjalankan kehendak-Mu dan dapat menjadi berkat bagi saudara-saudari di sekitarku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini