“Mewartakan Kebenaran”: Renungan, Senin 13 April 2020

0
2288

Senin dalam Oktaf Paskah (P)

Kis.2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-9,9-10,11;  Mat.28:8-15.

Rasa takut dan takjub itulah yang saat itu dirasakan oleh Maria Magdalena dan Maria saat bertemu dengan Yesus yang telah bangkit dari kematian. Rasa heran dan tidak percaya juga muncul sebagai respon manusiawi ketika mereka menghadapi peristiwa yang tak masuk dalam akal ini. Namun karena iman akan perkataan Tuhan ketika berkarya di antara manusia, kedua wanita ini melihatnya sebagai kemenangan atas segala kesedihan dan keputusasaan itu.

Yesus menenangkan perempuan-perempuan itu dengan berkata jangan takut dan mengutus mereka untuk memberitahukan kepada murid-murid yang lain bahwa Yesus telah bangkit. Kesedihan dan putus asa berubah menjadi kegembiraan. Namun kegembiraan itu berbuah setelah Tuhan mengutus mereka kepada saudara-saudara yang lain.

Lain halnya dengan penjaga makam dan imam-imam kepala. Mereka tahu kebenaran tentang kebangkitan Yesus. Namun, mereka menyangkal kebenaran dan menyebarkan dusta. Mereka ketakutan jika mereka mewartakan kebenaran. Mereka khawatir akan disalahkan atas apa yang selama ini mereka perbuat.

Penyangkalan dan dusta disebabkan oleh ketakutan akan kebenaran, ketakutan untuk beriman. Karena untuk menerima kebenaran dan beriman, seseorang harus keluar dari dirinya, keluar dari kelekatannya pada dunia, dan melalui jalan pemurnian untuk tenggelam seutuhnya di dalam Allah.

Yesus yang adalah Tuhan memberikan teladan kepada kita lewat Maria Magdalena dan Maria bahwa kita jangan takut terhadap kebenaran. Kebenaran harus terus diwartakan dan dibagikan kepada banyak orang. Dengan begitu kita dapat mengubah dan menyelamatkan dunia.

Inilah harga dari kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan beriman adalah mereka yang telah siap kehilangan dunia, melawan kesaksian-kesaksian palsu, sekali pun karenanya harus kehilangan nyawa sendiri. Mereka ini membiarkan hidupnya diubah oleh Yesus yang bangkit, cahaya kebenaran dan suka cita iman yang sejati.

(Fr. Wikal Moningka)

“Maka Kata Yesus kepada mereka: Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Mat. 28:10).

Marilah Berdoa :

Ya Tuhan, berikan kami kemampuan untuk terus berani mewartakan kebenaran-Mu, dan berbagi kebaikan dan suka cita bagi banyak orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini