Hari Biasa Pekan II Adven (U)
Yes. 41:13-20; Mzm. 145:1,9,10,-11, 12ab; Mat. 11:11-15.
Ketakutan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Entah karena dosa, pelanggaran, ancaman, ajal, dan segala hal yang meresahkan hati kita. Namun, ketakutan akan redup bila ada dukungan dan bantuan dari orang lain. Di balik kecemasan dan kegelisahan, ada orang menjadi penopang hidup kita.
Hari ini, nabi Yesaya menggambarkan tentang seorang yang menjadi penopang hidup kita. Sehingga tak perlu resah dan gelisah karena kecemasan dan ketakutan. Yakni Dia yang memegang tangan kananmu. “Aku ini Tuhan Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Jangan takut, Akulah yang menolong engkau”.
Jika demikian, tak perlu lagi ada kecemasan dan ketakutan. Keresahan dan kegelisahan. Sebab, kita punya Allah yang menopang hidup kita. Di saat hilang harapan, kegagalan, ancaman, dan bahkan saat kematian. Tak perlu ada yang dapat ditakuti selain Dia yang menjadi penolong hidup kita.
Injil hari ini, Yesus berbicara tentang keraguan atau kecemasan orang banyak mengenai siapa yang dinantikan. “Semua nabi dan Kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan jika kamu mau menerimanya – ialah Elia yang akan datang itu. Siapa yang bertelinga hendaklah mendengar.”
Penegasan Yesus dalam Injil hari ini, menjadi perhatian bagi kita yang telah mendengar firman Allah. Semua yang telah kita dengar hendaknya percaya bahwa ada pengharapan akan keselamatan Allah bagi kita. Tidak perlu ada kecemasan dalam hidup kita. Sebab, Allah telah menjanjikan keselamatan lewat kedatangan Mesias yang dinanti-nantikan. Kita yang bertelinga hendaklah mendengarkan. Kita yang mendengarkan, hendaklah percaya. Dan kita yang percaya hendaknya tidak perlu cemas dan takut. Bersyukurlah bersama pemazmur hari ini, dan terus mengandalkan-Nya. Bahwa “Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.”
Kesempatan yang sama dalam masa adven ini yakni masa di mana kita menantikan kedatangan Yesus Kristus. Dia yang diurapi untuk menjadi Raja Kita. Dia yang dinanti-nantikan oleh banyak orang untuk membawa pengharapan. Pengharapan akan keselamatan bagi orang kecil dan menderita. Orang miskin dan yang lemah. Serta kita semua yang berharap pada-Nya. Tak perlu lagi kita cemas dan takut. Sebab, kita punya Tuhan yang memegang tangan kita.
(Fr. Joseph Ohoiledjaan)
Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya (Mzm. 145:8).
Marilah berdoa:
Tuhan, semoga kami tetap percaya bahwa Engkaulah penopang hidup kami. Amin











