“Kerajaan Kekal”: Renungan, Selasa 29 Oktober 2019

0
2373

Hari Biasa BCE

Rm. 8:18-25; Mzm. 126:1-2ab, 2cd-3,4-5,6; Luk. 13:18-21

Manusia seringkali lupa akan tujuan dari kehidupannya di dunia ini. Sejenak kita bisa bermenung bahwa yang kita miliki di dunia ini bukanlah tujuan akhir yang kita harus tempuh. Menikmati hidup dengan harta yang kita miliki membawa kita larut dalam suasana lupa diri. Kenikmatan menguasai raga kita. Sehingga kita kurang merefleksikan untuk apa kita hidup di dunia ini. Apakah hanya kita yang bisa merasakan kehidupan yang serba terpenuhi? Apakah semua orang di dunia ini dapat mencapai keselamatan? Di manakah keselamatan kekal dapat ditemukan?

Dalam bacaan Injil kita mendengar Yesus yang menceritakan perumpamaan Kerajaan Allah seperti sebuah biji sesawi. Biji sesawi yang ditaburkan di ladang, diurus sedemikian rupa agar dapat tumbuh menjadi pohon yang dapat bermanfaat bagi setiap makhluk yang melihatnya sebagai tempat bernaung. Jadi pohon itu telah dipersiapkan untuk menjadi berguna dan tidak ditanam begitu saja tanpa tujuan.

Begitu juga dengan hidup harian kita. Setiap langkah hidup, harus memiliki arah dan tujuan yang jelas. Perbuatan baik yang kita lakukan dalam hidup ini juga harus mengarahkan diri kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita pada jalan keselamatan yang ada pada Allah. Ketulusan hati dan kejujuran adalah kunci utama mencapai kerajaan surga. Jika sejak sekarang kita bisa megarahkan perbuatan kita untuk membantu sesama kita yang sedang dalam kesulitan, maka dengan begitu kita mulai merajut jalan keselamatan bagi diri kita dan sesama. Mengapa harus sekarang? Karena keselamatan tidak datang dengan sendirinya.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menekankan: “Penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita”. Paulus juga menegaskan bahwa pengharapan akan membuahkan hasil yang sempurna asalkan disertai dengan iman. Jangan pernah menganggap bahwa keselamatan akan datang saat kita mengharapkannya. Dalam terang iman ukirlah jalan keselamatan sejak saat ini, dan berilah pintu bagi sesama kita yang sulit untuk menemukan rahmat dari Allah. Ketetapan Allah tidak akan pernah berubah bagi orang yang percaya dan mau berusaha dalam melakukan kehendak-Nya dengan ketulusan hati dan penyerahan diri secara utuh.

Mari kita semua mulai bersyukur dan merajut jalan keselamatan dalam cinta dan terang iman bersama Kristus sumber keselamatan kekal. Agar kehidupan kita di dunia ini dapat menjadi terang bagi orang lain dan membawa mereka untuk ikut ambil bagian dalam Kerajaan Allah.

(Fr. Marcelino Ronaldo)

“…penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita…”(Luk. 13:18-21).

Marilah berdoa:

Tuhan, berikanlah aku rahmat agar selalu mengutamakan keselamatan yang bersumber pada-Mu sebagai sumber kehidupan sejati. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini