“Iman Membutuhkan Kasih”: Renungan, Senin 9 Juli 2018

0
2604

Hari Biasa (H).

Hos. 2:13,14b-15,18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26. 

Iman yang mantap adalah iman yang dibuktikan dengan kasih sehingga terjadi sebuah penyelamatan. Sungguh menarik apa yang dikisahkan oleh penginjil Matius hari ini. Kita menemukan peristiwa iman yang luar biasa. Seorang kepala rumah ibadat mendatangi Yesus. Anaknya baru saja meninggal. Ia sungguh percaya bahwa anaknya itu akan hidup lagi kalau Yesus menyentuh jenazah anaknya ini. Yesus sungguh menyambut dengan hangat iman yang luar biasa ini.

Di sisi lain kita menemukan sosok pribadi Yesus yang penuh kasih. Yesus memberi penghiburan bagi perempuan yang sejak lama sakit, perempuan yang hampir putus asa. Dengan kasih Yesus berkata: “Teguhkanlah hatimu hai anakku, imanmu telah meyelamatkan engkau”. Dan seketika itupun perempuan itu sembuh dari penyakitnya.

Sungguh suatu iman yang mantap yang ditunjukkan oleh kepala rumah ibadat dan perempuan yang sedang mengalami pendarahan tersebut.

Dari sudut pandang manusia, tentunya kita akan berpikir bahwa si ayah tersebut tampak bodoh karena berharap sesuatu yang mustahil. Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal dapat bangkit kembali? Mungkin kita akan berkata terima saja, itulah nasib! Namun tidaklah demikian yang dipikirkan oleh si ayah itu. Ia sungguh menunjukkan iman yang mantap, iman yang tidak ragu-ragu akan Yesus Kristus. Ia percaya hanya melalui Yesus anaknya akan dibangkitkan.

Seringkali ketika kita ditimpa masalah besar, kita mungkin bersikap demikian. Kita pasrah pada keadaan, lari dari Yesus dan bahkan ada yang meninggalkan iman akan Yesus Kristus. Namun pesan Injil hari ini hendak menegaskan bahwa kita sebagai seorang Kristiani janganlah bersikap demikian.

Ingat! Yesus yang kita imani bukanlah sosok yang cuek tetapi Dia yang berkuasa atas segalanya. Dan sapaan penuh belas kasih dari Yesus ini sungguh mampu memberi kekuatan, sekaligus penghiburan dan kesembuhan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Dia sanggup membantu kita berhadapan dengan segala persoalan yang ada.

Sungguh teladan Yesus dalam memberi penghiburan bagi setiap orang yang sedih dapat kita teladani. Yesus sang sumber segala penghiburan telah menganugerahkan kasih-Nya kepada kita. Maka sungguh layak dan pantaslah kita membagi kasih itu dengan menghibur orang yang bersusah. Dan berdoalah kepada-Nya tanpa ragu. Sungguh Yesus menempati ruang terdalam di hati kita untuk memberikan warna sukacita bagi hidup kita.

(Fr. Yakobus Balia)

“Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya” (Mrk. 9:23).

Ya Tuhan, tumbuhkanlah iman kami agar kami dapat berbuat kasih kepada orang lain. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini