“Merdeka dalam Tuhan”: Renungan, 21 Maret 2018

0
8107

Merdeka berarti seseorang bebas dari paksaan diperalat oleh apapun di luar dirinya. Seseorang butuh bebas untuk bisa berkreasi dan tidak merasa dibelenggu. Itulah makna merdeka. Tentu jika dikontekskan dalam cermin iman kepercayaan, kita akan menyadari bahwa merdeka berarti menang atas maut dan bebas dari belenggu dosa. Maka jika ingin merdeka, apa yang perlu kita sadari dan lakukan?

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita berefleksi tentang iman. Pengalaman iman akan Allah tentu bagi orang yang mau merdeka akan meyakini bahwa hanya dalam Tuhan, ia menang dan kemenangan adalah buah dari ketaatan dan kesetiaan pada kehendak Tuhan. Pengalaman iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang diperhadapkan pada situasi sulit akan dicampakkan dalam perapian yang menyala-nyala secara hidup-hidup karena melawan untuk menyembah patung berhala dan tetap setia pada kehendak untuk memuji Tuhan. Hal ini mau menggambarkan bagaimana karya Tuhan dalam menyelamatkan orang yang taat dan setia pada imannya.

Buah kesetiaan akan Allah adalah memperoleh kebebasan dan keselamatan. Itulah sukacita kemerdekaan dari iman akan Tuhan. Terkadang, kita sebenarnya belum merdeka, jika kita belum mampu bebas dari dosa. Dosa karena mementingkan diri sendiri, dosa karena menjelekkan orang lain, dan dosa karena menolak hidup baik di hadapan sesama. Tipe orang seperti ini bagi Yesus belum merdeka, karena mereka masih tetap menjadi hamba dosa. Mereka hidup bukan dari kehendak Allah, melainkan hidup di bawah kuasa dosa. Maka, mereka belum disebut sebagai orang yang merdeka.

Yesus mengingatkan bahwa kita akan dimerdekakan apabila kita tetap setia pada iman dan kebenaran yang tercermin dalam perbuatan setiap hari. Sebab, kebenaran akan memerdekakan kita. Sehingga, hidup kita sungguh merdeka. Suatu tantangan bagi kita adalah sanggupkah kita hidup dalam kebenaran itu? Di Indonesia telah diberi makna kemerdekaan bagi setiap masyarakatnya, dengan menegaskan setiap masyarakat bebas memeluk agamanya. Maka kita perlu kemerdekaan itu dengan tetap berpegang teguh pada iman kepercayaan kita akan Kristus. Caranya, kita perlu mensyukuri akan apa yang kita miliki saat ini. Bersyukur karena memiliki kemerdekaan untuk berdoa, membaca kitab suci dan tampil sebagai saksi kebenaran. Supaya kelak, kita memperoleh kemenangan iman dan dimerdekakan oleh Allah. Maka hidup dalam kebenaran iman akan membawa kita pada kemerdekaan sejati.

(Fr. Edward Salilo)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini