“Damai Sejahtera Bagi Kamu”: Renungan, Minggu 24 April 2022

0
2056

Hari Minggu Paskah II (P)

Kis. 5:12-16; Mzm. 118:2-4,22-24,25-27a; Why. 1:9-11a,12-13,17-19; Yoh. 20:19-31.

Tuhan Yesus yang disalibkan, wafat dan dimakamkan kini telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid-Nya. Para murid berkumpul di suatu rumah yang pintu-pintunya terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi dan juga hari sudah malam. Apa kiranya yang mereka perbincangkan? Mungkin mereka sedang membicarakan Yesus yang telah wafat dan dimakamkan. Mereka bersembunyi di suatu tempat dengan pintu yang terkunci karena takut terhadap orang-orang Yahudi yang mungkin sedang mencari para murid Yesus untuk dibunuh juga.

Hari itu memang sudah malam. Suasananya pastilah masih diliputi suasana sedih karena mengingat Yesus telah menderita sengsara begitu hebat, disalibkan dan wafat. Murid-murid yang berkumpul itu tidak disebutkan nama dan jumlahnya. Bisa jadi mereka adalah sebelas rasul, terkurang Yudas Iskariot yang telah mengkhianati Tuhan Yesus dan telah pergi menggantung diri. Atau bisa pula dengan para wanita dan Bunda Maria juga ada di rumah itu untuk bersama-sama saling menghibur dan menguatkan karena telah ditinggalkan oleh Yesus.

Pada saat itulah Yesus yang telah bangkit dan dalam keadaan yang mulia datang ke tengah – tengah mereka tanpa perlu melewati pintu. Pintu tetap terkunci dan tidak ada seorangpun yang membukanya, karena Yesus juga tidak perlu mengetok pintu. Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Para murid pastilah terkejut, dan mereka penuh dengan sukacita yang tidak bisa dikatakan dan tidak bisa digambarkan. Mereka begitu bahagia, gembira, penuh sukacita.

Yesus yang telah wafat, kini ternyata hidup dan datang menjumpai mereka. Pengalaman itu adalah pengalaman manusia yang melampaui semua pengalaman apapun. Karena dibalik pengalaman itu, ada sukacita dalam Roh Kudus yang menyatakan bahwa kematian telah dikalahkan, bahwa manusia telah mendapatkan penebusan dan mendapatkan pengharapan akan memiliki hidup yang kekal.

Dalam Kitab Wahyu, Tuhan Yesus yang bangkit itu bersabda, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah Aku hidup sampai selama-lamanya dan Aku memegang kunci maut dan kerajaan maut.” Sabda Tuhan yang bangkit dalam Kitab Wahyu ini benar-benar memberikan kegembiraan iman dan sukacita dalam Roh Kudus yang luar biasa. Manusia yang takut akan maut, kini dihibur oleh Dia yang telah bangkit dari mati dan memegang kunci maut. Yesus, Putera Tunggal Bapa, kini menjadi jaminan keselamatan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

(Rm. Albertus Sujoko, MSC)

“Aku telah mati, namun lihatlah Aku hidup sampai selama-lamanya” (Why. 1:18)

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus Kristus kasihanilah kami orang-orang yang berdosa ini supaya mampu memanggul salib kami dan boleh mengambil bagian dalam kebangkitan-Mu yang mulia. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini