“Ketulusan Hati Bapa Yosef” : Renungan, Sabtu 19 Maret 2022

0
2289

Hari raya  St. Yosef, suami Santa perawan Maria (P)

2Sam. 7:4-5a.12-14a.16; Mzm. 89:2-3.4-5.27.29; Rm. 4:13.16-18.22; Mat. 1:16.18-21.24a atau Luk. 2:41-51a.

Mungkin kita sering mengalami kegalauan dan sulit untuk membuat keputusan harus bersikap atau bertindak. Sulitnya mengambil keputusan itu kadang membuat kita kecewa, putus asa. Bahkan, tanpa pikir panjang kita lebih suka mencari jalan pintas, tanpa memikirkan dampak atau akibatnya.

Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santo Yosef, Suami Maria dan sekaligus sebagai Bapa Yesus. Kita tahu bahwa Yosef adalah pribadi yang tulus hatinya. Ketulusan hati Yosef membuat dia mampu mendengarkan Sabda Tuhan dengan mengambil Maria sebagai isterinya. Berawal dari rasa takut dan bimbang, Yosef menjadi tegar dan berani memutuskan sesuatu berkat keterbukaan hatinya kepada Malaikat Tuhan dengan menghilangkan rasa curiga dan takut terhadap sesuatu. Yosef berani mengambil resiko dengan menjadi suami Maria yang mengandung anak yang bukan anak biologisnya dari pernikahannya dengan Maria. Sikap Yosef yang hanya bermodalkan  ketulusan  menjadikan ia bapa dan kepala keluarga kudus Nazaret, ia menjalankan tugas perutusannya sesuai dengan panggilannya yakni sebagai tukang kayu.

Dalam bacaan Injil, sangat jelas betapa pribadi Yosef tidak pernah bicara. Ia tampil sebagai tokoh yang “diam”. Diam berarti ketaatan dan kepatuhan yang tanpa cela karena iman yang mendalam akan kehendak Allah. Yosef sendiri memberikan diri seutuhnya pada kehendak dan rencana Allah. Tugas yang dipercayakan kepada Yosef tentunya bukanlah hal yang muda dan gampang untuk kita lakukan. Tentu kita sebagai manusia sulit untuk menerima sebuah tugas seperti ini apalagi menjadi seorang ayah atau bapak keluarga yang bukan hasil dari perkawinannya. Ketulusan hati menjadi sebuah kekuatan bagi Bapa Yosef untuk menjalankan tugas perutusan yang luar biasa ini.

Dewasa ini banyak sekali orang menghalalkan segala cara untuk lari dari tanggung jawab dan tugas yang dipercayakan kepadanya. Marilah kita belajar dari cara dan keteladanan hidup dari Bapa Yosef. Kiranya bacaan hari ini dan juga perayaan dari Bapa Yosef mengajarkan kita bahwa Bapa Yosef bertindak demikian karena dia memiliki kualitas kepribadian dan kualitas rohani yang luar biasa. Kesalehannya membuat dia mampu memahami pesan Tuhan, kejujuran dan kerendahan hatinya membuat dia menerima kenyataan dan menjalankan perintah Tuhan dengan penuh iman, kebijaksanaannya membuat dia mampu mengendalikan situasi dari memalukan menjadi anugerah Tuhan yang perlu dipertanggungjawabkan.

(Fr. Billy Leonardo Tendean)

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat. 1:20).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami agar kami selalu mempunyai hati yang tulus untuk melaksanakan perintah-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini