“Daya dari Perkataan”: Renungan, Kamis 10 Februari 2022

0
1590

Peringatan Wajib St. Skolastika (Perawan)

1Raj. 11:4-13; Mzm. 106:3-4,35-36,37,40; Mrk. 7:24-30

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang unik dan mulia, karena itu manusia memiliki rasio dan kemampuan untuk dapat merangkai kata-kata. Dalam kehidupan sosial sebuah kata memiliki makna intrinsik bagi dirinya dan makna ekstrinsik bagi yang mendengarnya. Sebuah kata yang dirangkai dalam suatu kalimat memiliki kekuatan tersendiri yang mampu menggerakkan seseorang untuk dapat berubah, baik secara fisik, psikis maupun religius. Misalnya, ketika seorang pemimpin memerintah anggotanya, hanya dengan kata-kata seseorang langsung melaksanakannya.

Pada hari ini, kita mendengar kisah dalam bacaan pertama tentang Raja Salomo yang menyimpang dari perintah Allah dan menjadi seorang yang tidak setia. Ketika itu Allah menyerukan murka-Nya dalam sebuah peringatan yang tegas kepada Raja Salomo atas ketidakpatuhannya. Kata-kata yang termuat dalam peringatan Allah itu memiliki kuasa yang sangat besar. Jadi apabila kita tidak menjalankan sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya maka kita tidak dapat menemukan keselamatan.

Sebaliknya, kata-kata itu dapat membawa keselamatan bila kita secara setia dan tulus beriman kepada-Nya. Sebab, Allah bukan saja menuntut kata-kata sebagai janji, tetapi Ia juga membutuhkan iman kita sebagai jawaban atas tawaran-Nya. Hal ini telah terwujud dalam kisah pada bacaan Injil hari ini. Dikisahkan bahwa ada seorang perempuan dari Siro-Fenisia yang pada saat itu dianggap sebagai bangsa kafir, dengan ketulusan dan pengorbanannya ia berusaha bertemu Yesus dan meminta-Nya supaya menyembuhkan anaknya yang sedang kerasukan.

Karena kesungguhan dan ketulusan imannya kepada Yesus, maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sebab setan itu sudah keluar dari anakmu” (Mrk. 7:29). Demikianlah kekuatan iman lewat kata-kata dari perempuan itulah yang memberikan keselamatan bagi anaknya sendiri. Hal yang sama juga nampak dalam perjalanan hidup dari St. Skolastika yang kita peringati hari ini. Dengan pengorbanan dan dedikasinya dalam pembinaan para biarawati, juga karena kata-kata yang disampaikan oleh saudaranya Benediktus melalui kisah para orang kudus menjelang kematianya, ia memperoleh keselamatan. Maka, marilah sebagai orang beriman, kita senantiasa berusaha untuk selalu meneguhkan iman kita lewat sabda dalam Kitab Suci, agar dengan setiap tindakan maupun kata-kata yang dikeluarkan, kita mempersiapkan jalan keselamatan kita masing-masing.

(Fr. Romaldo Fangohoi)

Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak. Maka kata Yesus kepadanya; karena kata-katamu itu, maka pergilah sebab setan itu sudah keluar dari anakmu” (Mrk. 7:28-29).

Marilah berdoa :

“Ya Tuhan mampukanlah kami untuk berkata-kata dengan baik dan mengimani setiap kata-kata-Mu, agar melaluinya kami memperoleh keselamatan.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini