Hari Minggu Biasa V
Yes. 6:1-2a,3-8; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5,7c-8; 1Kor. 15:1-11 (panjang) atau 1Kor. 15:3-8,11 (singkat); Luk. 5:1-11.
Orang hanya bisa memberikan apa yang ia miliki. Kalau ia mempunyai uang, maka ia dapat meminjamkan atau mendermakan kepada sesamanya yang membutuhkan. Kalau ia punya waktu, tenaga, kesehatan, dan kekuatan, maka ia bisa melayani sesamanya yang membutuhkan bantuannya. Pokoknya, orang hanya bisa memberikan kepada sesamanya apa yang ia miliki. Kalau ia sendiri tidak memilikinya, tentu ia tidak dapat memberikan apa yang ia sendiri tidak miliki. Namun sebenarnya semua orang tidak mempunyai apa-apa dari dirinya sendiri, sehingga ia juga tidak dapat memberikan sesuatu kepada sesamanya. Semua yang dimiliki oleh manusia adalah pemberian dari Sang Pencipta, Tuhan, Bapa yang Mahamurah.
Bacaan-bacaan hari ini, sejak bacaan pertama sudah diungkapkan Nabi Yesaya sebagai seorang berdosa dan tidak mempunyai apa-apa dikuduskan oleh Tuhan. Bibirnya disentuh oleh malaikat Serafim dengan bara api yang diambil dari mezbah, dan dengan demikian ia dikuduskan. Sehingga bisa menjadi Nabi untuk mewartakan firman Allah kepada manusia. Demikian pula dalam bacaan ke-2, rasul Paulus merasa diri sebagai rasul yang paling hina dan paling berdosa, karena ia telah menganiaya jemaat Allah. Namun karena kemurahan Allah, ia diberikan anugerah, sehingga rasul Paulus menjadi seperti ia adanya sekarang, yaitu menjadi rasul Yesus Kristus. Demikian pula pengalaman rasul Petrus yang menyaksikan mujizat penangkapan ikan, ia berlutut di muka kaki Yesus dan berkata, “Tuhan, pergilah daripadaku, sebab aku ini adalah seorang berdosa.”
Semua tokoh yang ditampilkan dalam bacaan hari ini, yaitu Nabi Yesaya, Rasul Paulus dan Santo Petrus adalah orang-orang yang merasa diri berdosa, tidak pantas, hina dan tidak mempunyai apa-apa yang baik dari dirinya sendiri. Namun Allah berkenan menganugerahkan kasih karunia yang besar kepada mereka, sehingga mereka mampu memberikan kepada sesamanya kekayaan yang paling dibutuhkan, yaitu keselamatan kekal.
Kita semua tanpa kecuali, seberapapun banyak hal yang kita miliki, di hadapan Allah, kita tidak lebih dari orang miskin dan berdosa yang tidak memiliki apa-apa. Namun, berkat kemurahan dan kasih karunia Allah, kita semua tanpa kecuali, telah dipanggil dan dikuduskan, untuk menjadi pewarta Injil demi keselamatan sesama kita. Kita semua dipanggil dan diutus untuk menangkap dan membawa saudara dan saudari kita kepada Tuhan, supaya mereka semua mengenal Injil, percaya kepada Kristus, menjadi anggota Gereja dan mendapat keselamatan kekal.
(Rm. Albertus Sujoko MSC)
“Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia” (Luk. 5:10).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, lindungilah dan sertailah kami dalam tugas perutusan kami sebagai pewarta Injil–Mu di tengah-tengah dunia. Amin.











