“Allah Tidak Pernah Menutup Telinga-Nya”: Renungan, Jumat 4 Februari 2022

0
2030

Hari Biasa (H)

Sir. 47:2-11; Mzm: 18:31.47.50.51; Mrk. 6:14-29

Di saat seseorang menghadapi tantangan yang sulit, ia pasti membutuhkan pertolongan dari orang lain agar tantangan yang sulit itu dapat ia lewati. Tuhan sendiri tidak pernah menutup telinga-Nya bagi siapa saja yang meminta pertolongan kepada-Nya. Ketika Daud dikepung oleh para prajurit dan Goliat, ia tidak merasa sendirian dan tidak takut pada Goliat. Ia tahu bahwa Allah yang Mahatinggi akan menolongnya dari serangan Goliat. Ia berseru dan Allah mendengarkan suaranya. Seketika itu juga Goliat dan seluruh pasukannya dikalahkan oleh Daud.

Kekuatan manusia tidak bisa mengalahkan kekuatan Allah. Daud berperang atas nama Allah, maka kuasa Allah berpihak padanya sehingga ia dapat mengalahkan kekuatan manusia. Tuhan selalu menolong dan membantu kita dalam setiap perkara yang kita hadapi. Namun kita harus datang kepada-Nya dan memohon pertolongan dengan penuh iman. Dengan demikian, Allah akan melihat apa yang kita butuhkan dan dengan cara-Nya sendiri, Dia akan menolong kita.

Yohanes Pembaptis pernah menegur Herodes karena mengambil isteri saudaranya sendiri. Hal itu kemudian diketahui oleh Herodias, dan ia pun menaruh dendam kepada Yohanes dengan niat ingin membunuhnya. Namun apa yang direncanakan oleh Herodias belum tercapai sesuai dengan keinginannya. Herodes tidak ingin membunuh Yohanes karena ia tahu bahwa dia adalah seorang yang benar dan suci. Hal ini mau mengatakan kepada kita bahwa, ketika kita bertindak atas nama Allah dalam pewartaan kabar baik, maka Allah akan senantiasa menyertai kita dengan mengharumkan nama baik kita di mata orang lain.

Ketika kita berada dalam perkara yang sulit, kita jangan pernah berpaling dari Tuhan, melainkan datang dan berdoa kepada-Nya. Dalam Tuhan kita punya harapan. Dalam Tuhan, segala sesuatu menjadi baik adanya. Sebab Allah kita adalah Allah yang murah hati dan tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya menderita. Kita hanya perlu mendekatkan diri kepada-Nya. Selain itu, marilah kita mengambil sikap seperti Yohanes Pembaptis yang dengan gagah berani melakukan kebaikan di hadapan orang lain.

(Fr. Hubertus Laikyer)

“Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Ia pun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel” (Sir. 47:11).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami dapat menjadi orang yang selalu mengandalkan-Mu dalam hidup kami setiap hari. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini