Pw S. Agnes, PrwMrt (M).
1Sam. 24:3-21; Mzm. 57:2,3-4,6,11; Mrk. 3:13-19
Kita pasti pernah dipercayakan sesuatu yang besar oleh atasan atau siapa saja yang jabatannya lebih tinggi dari kita, untuk memimpin atau memoderatori suatu kegiatan. Ada begitu banyak pertanyaan dan kekhawatiran dalam diri kita. Apakah kita sanggup melaksanakannya? Apakah kegiatan itu akan berjalan dengan semestinya? Apakah kegiatan ini akan berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang baik? Inilah kekhawatiran yang membayang dalam benak kita.
Dalam bacaan Injil, Tuhan Yesus memilih dan memanggil dua belas Rasul untuk sebuah misi penyelamatan bagi umat manusia. Pasti ada kekhawatiran dalam diri para murid, apakah ini akan berjalan dengan baik? Ataukah sebaliknya.
Ketika Tuhan memanggil kita, janganlah takut. Kita harus memberikan semua kekhawatiran pada-Nya. Sebab, Dia memanggil berarti Dia juga yang menuntun. Terkadang kita terlalu takut dan lupa memberikan diri sepenuhnya kepada Dia yang adalah Tuhan.
Dipanggil dan diutus adalah sebuah tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab inilah yang harus kita pegang dengan baik. Bukan seberapa besar sebuah tanggung jawab yang harus kita pikul, namun seberapa setianya kita dalam menjalankan tanggung jawab itu.
Yesus mengutus dua belas murid untuk memberitakan Injil dan mengusir banyak setan. Mereka diberi tanggung jawab yang besar sebagai penerus ajaran iman dan menyelamatkan banyak orang. Lalu apa yang bisa kita petik dari bacaan ini? Apakah kita mampu memposisikan diri dengan benar? Karena berdasarkan realita sekarang, banyak orang yang salah menggunakan kekuasaannya untuk memperoleh keuntungan pribadi tanpa melihat kesejahteraan bersama. Mereka dipilih menjadi pemimpin-pemimpin masyarakat namun lupa akan kesejahteraan dan kebaikan bersama.
Selain contoh dua belas Rasul yang dengan siap dan totalitas dalam perutusan, hari ini Gereja juga memperingati Sta. Agnes, Perawan dan Martir. Ia juga menjadi contoh dalam totalitas memberi diri sebagai murid Tuhan Yesus yang setia. Ia memberikan hidupnya secara penuh dalam membela iman. Sebagai murid Tuhan dia menampilkan sikap pembelaan imannya dan memegang teguh ajaran iman kekatolikan walau harus menumpahkan darah kemartiran demi Gereja dan ajarannya.
Oleh karena itu, marilah memberikan diri secara total dalam menebar kebaikan Injil bagi banyak orang dan menjadi murid-murid Tuhan Yesus yang setia dalam karya penyelamatan ini. Kita harus selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap aktivitas bahkan dalam kesusahan kita. Kita mesti percaya Dia selalu menuntun dan menolong kita, ketika kita memohon kekuatan daripada-Nya. Pertanyaannya, apakah kita sudah siap untuk diutus Tuhan?
(Fr. Oktovianus Siunta)
“Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya” (Mrk 3:13).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, mampukanlah aku dalam mengemban tugas perutusan dari-Mu. Amin.











