“Yesus Guru, Tabib dan Juruselamat Manusia”: Renungan, Kamis 20 Januari 2021

0
1652

Hari Biasa (H).

1 Sam. 18:6-9;19:1-7; Mzm. 56:2-3,9-10a,10c-11,12-13; Mrk. 3:7-12.

Guru dan tabib merupakan dua pekerjaan yang sangat banyak dibutuhkan dari zaman dulu sampai sekarang. Integritas yang ditampilkan dari setiap orang yang memiliki profesi ini membuat mereka sangat dikenal oleh banyak orang yang ada di sekitar mereka. Guru adalah seorang yang berilmu dan memberikan dirinya untuk mengajar banyak orang yang ingin menjadi muridnya. Sedangkan tabib atau dokter ialah seorang yang dengan ilmu dan keahliannya berusaha untuk menyembuhkan orang sakit. Adapun dalam ajaran agama orang-orang kristiani, kita diperkenalkan dengan Juruselamat kita yakni Yesus Kristus. Yesus dalam Injil dipandang sebagai guru yang mengajar kebajikan dan kerajaan Allah, tabib yang menyembuhkan orang sakit dan juruselamat yang menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Dalam Injil Markus hari ini dikisahkan bagaimana Yesus dan para murid-Nya berusaha untuk melayani setiap orang yang datang  kepada-Nya untuk minta disembuhkan. Bukan hanya menunggu uluran tangan-Nya bahkan mereka pun berdesak-desakan untuk dapat menjamah jubah-Nya. Orang-orang ini datang kepada-Nya karena telah mendengar semua yang dilakukan-Nya baik itu pengajaran maupun mukjizat penyembuhan yang dilakukan-Nya. Dia pun mengusir roh-roh jahat dari orang yang dirasuki. Setiap kali roh jahat keluar dari tubuh orang yang disembuhkan-Nya, roh jahat itu berteriak bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Hal yang menarik dari kisah ini yakni bahwa Yesus melarang dengan keras agar roh jahat itu tidak memberitahukan siapa Yesus sebenarnya. Selain itu, bila kita perhatikan Yesus tidak mengeluh sedikitpun perihal melayani orang banyak yang datang pada-Nya. Malah sebaliknya Yesus menunjukkan sikap kasih dan sayang-Nya yang begitu besar kepada setiap orang yang datang pada-Nya. Demikian Yesus mau menunjukkan bahwa Dia sangat mencintai umat-Nya.

Yesus bisa membantu kita apapun masalah kita. Dia akan berusaha untuk berbuat yang terbaik untuk kita. Seperti kisah Daud sebelum menjadi raja orang Israel yang berhasil menumbangkan berlaksa-laksa pasukan musuh. Kita tahu bahwa bukan hanya kekuatan Daud yang berperan penting dalam perang-perang tersebut, tetapi Allah turut mengambil bagian dalam kisah tersebut.  Dari Allah, bangsa Israel memperoleh kemenangan dan dari Allah, Daud memperoleh kemuliaan di mata orang Israel dan di mata Raja Saul masa itu. Dari sini kita dapat belajar bahwa Allah sungguh menyayangi umat-Nya. Kisah-kisah yang ditampilkan dalam bacaan Perjanjian Lama dan Injil hari ini hendak mengingatkan kembali kepada kita bahwa Allah sungguh menginginkan kita semua memperoleh keselamatan.

(Fr Alberth Keavin Owen Wee)

Bila mana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: Engkaulah Anak Allah(Mrk. 3:11).

Marilah berdoa :

Tuhan, curahkanlah cinta-Mu kepada kami agar kami mampu mencintai sesama kami seperti engkau mencintai kami. Semoga kami selalu merasa bersyukur atas cinta dan sayang yang terus mengalir dari-Mu dalam hidup kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini