“Lihatlah, itu Allahmu!”: Renungan, Minggu 9 Januari 2022

0
2042

Pesta Pembaptisan Tuhan (P)

Yes. 40 :1-5,9-11 ; Mzm. 104 :1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30 ; Tit. 2:11-14; 3:4-7; Luk. 3:15-16,21-22.

Ada satu keluarga muda yang tinggal di desa. Pasangan suami-istri keluarga ini mendambakan supaya mereka memiliki seorang anak laki-laki yang nantinya dapat membawa kebanggaan bagi mereka. Mereka berdoa terus-menerus untuk maksud mereka ini. Mereka sangat gembira ketika mereka tahu bahwa sang istri hamil. Tetapi mereka kemudian kecewa karena bayi yang lahir adalah seorang perempuan. Beberapa waktu lamanya keluarga ini sulit menerima kelahiran bayi perempuan ini. Tetapi seiring dengan perkembangan waktu, anak perempuan ini mulai menunjukkan bakat dan kemampuannya. Ia seorang jenius. Ia mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikannya sampai pada jenjang paling tinggi. Setelah itu dia mendapatkan pekerjaan yang amat baik. Pintar, sukses, dan berbakti, anak ini mendatangkan kebanggaan bagi orang tuanya.

Banyak kali kita ingin supaya dambaan selalu menjadi kenyataan. Kita berdoa untuk kerinduan kita itu dan kita berharap supaya keinginan kitalah yang menjadi kenyataan. Sama seperti kita mendambakan supaya Tuhan menampilkan diri-Nya sebagaimana yang kita harapkan. Kita mau supaya Tuhan menjadi Dia sebagaimana yang kita mau.

Saat dijajah oleh orang-orang Romawi, bangsa Israel mengharapkan supaya Mesias datang. Mereka mendambakan supaya Sang Mesias membebaskan mereka dari penindasan dan penderitaan. Mereka mau supaya kekuasaan-Nya menjadi nyata dalam kekuatan militer dan politik. Tetapi Sang Mesias yang Maha Kuasa tidaklah demikian. Dia tampil sebagai seorang gembala, seorang yang tak memiliki pasukan atau kekuasaan. Dia tampil sebagai seorang yang datang memberi diri-Nya dibaptis. Yohanes Pembaptis berkata bahwa Sang Mesias adalah Dia yang besar. Membuka tali kasut-Nya pun Yohanes tidak pantas. Tetapi Sang Mesias datang dalam kesederhanaan dan kerendahan hati.

Tetapi justru ketika Sang Mesias memberi diri-Nya dibaptis, Dia menunjukkan hal yang luar biasa, yaitu solidaritas, kesatuan, dan empati-Nya dengan umat manusia yang memerlukan penolong dan pendamping, penebus dan penyelamat.

Kita semua punya harapan masing-masing dalam kehidupan kita. Kita berharap supaya Tuhan kita adalah Dia yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana. Dan kita berharap supaya kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya langsung terlihat jelas dan segera dialami selalu dalam hidup. Yesus sungguh adalah Mesias, Sang Penyelamat yang Maha Kudus dan Maha Bijaksana. Yang diperlukan dari kita yaitu kesabaran untuk menanti dan kepercayaan yang kuat bahwa kita pasti akan melihat dan mengalami kekuasaan dan kebijaksanaan Tuhan pada waktunya dan seturut dengan rancangan Tuhan sendiri.

(Pst. Ventje F. Runtulalo, Pr)

“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” (Luk. 3:16).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami semakin sabar dan bijaksana untuk memahami kehadiran, rancangan, dan karya-Mu dalam hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini