Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (P).
1 Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:1-2,10-11,12-13; Mrk. 6:45-52
Dalam realitas kehidupan yang kita jalani, ada berbagai macam pengalaman hidup yang kita alami baik itu pengalaman sedih, susah dan senang. Dari pengalaman-pengalaman hidup itulah, kita pernah merasakan suatu hal yang tentunya dapat membangkitkan semangat hidup kita, keberanian dan kepercayaan kepada Allah yang mengasihi kita. Hal yang selalu kita alami dalam pengalaman hidup kita ialah kasih Allah, sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang saling mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah. Kasih Allah selalu ditawarkan kepada kita agar kita saling mengasihi sesama kita sama seperti Allah mengasihi kita.
Kasih Allah itu bersifat kekal dan sempurna dan tidak dibatasi oleh siapa pun. Dalam pengalaman hidup yang kita alami, di mana pun kita berada kita tetap merasakan kasih Allah yang sungguh begitu besar ada dalam kehidupan kita. Walaupun kita tidak melihat Allah, tetapi kasih-Nya sungguh kekal dan sempurna dalam diri anak-Nya yang menjadi Juruselamat dunia yaitu Yesus Kristus. Kasih Allah yang sempurna tampak dalam diri Yesus yang tidak takut dan tidak goyah menghadapi segala penghakiman. Dia justru dengan keberanian percaya kepada Bapa-Nya yang telah mengasihi-Nya. Dia sanggup menghadapi segala penghakiman demi keselamatan umat manusia. Inilah kasih Allah yang sungguh kekal dan sempurna, tampak dalam diri Yesus.
Kita pernah mengalami kecemasan, kegalauan dan ketidaktenangan yang sama seperti murid-murid Yesus alami, ketika mereka naik perahu dan berangkat ke Beitsaida, di tengah danau mereka tidak tenang karena menghadapi angin yang begitu kencang di malam hari yang kelam, dan seketika itu datanglah Yesus dengan penuh kasih-Nya yang begitu besar, berjalan di atas air menuju ke perahu mereka untuk menenangkan dan menyelamatkan mereka. Peristiwa Yesus berjalan di atas air merupakan tindakan keselamatan terhadap murid-murid-Nya yang cemas dan tidak tenang dalam menghadapi situasi yang sangat berbahaya di mana perahu mereka goyang sangat kencang karena angin sakal.
Dengan tindakan-Nya Yesus menampilkan kasih Allah yang nampak dalam diri-Nya. Kiranya, kita pun dalam menghadapi suatu situasi, sesulit apapun situasi itu, tetaplah percaya kepada-Nya dan kasih-Nya. Sebab kasih Allah yang tampak dalam diri Yesus sungguh membawa keselamatan bagi kita semua. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk mengerti kasih Allah. Saling mengasihi satu dengan yang lain, sama seperti Allah mengasihi kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
(Fr. Johanis Narwadan)
“Sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: Tenanglah! Aku ini, jangan takut” (Mrk. 6:50).
Marilah berdoa:
Ya Allah, kasih-Mu begitu besar kepada kami umat manusia. Semoga kami selalu saling mengasihi sama seperti Engkau mengasihi kami. Amin.











