“Beriman dan Bertindak”: Renungan, Rabu 29 Desember 2021

0
1347

Hari Kelima Dalam Oktaf Natal (P).

BcE 1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35.

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mengisahkan bagaimana Maria dan Yusuf mempersembahkan bayi Yesus di dalam Bait Allah. Dalam kisah ini terjadi peristiwa iman yang sangat luar biasa yang diungkapkan oleh Simeon. Di mana ia mengatkan bahwa “ Sesungguhnya, Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang”. Hal ini menunjukkan betapa besar iman seorang Simeon dalam menantikan Sang Juru Selamat, yang datang untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Iman bukan sekedar suatu kata yang dapat diungkapkan begitu saja melainkan disertai dengan perbuatan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Yohanes dalam suratnya  menulis: “Barang siapa berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada dalam kegelapan sampai sekarang”. Seorang yang beriman hendaknya mempraktekkan imannya dengan melakukan tindakan-tindakan yang baik sebagaiman yang telah diajarkan oleh Tuhan yakni dengan mengasihi semua orang tanpa terkecuali.

Beriman berarti mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Kadang-kadang sebagai umat beriman kita masih ragu untuk turut serta dalam penderitaan Kristus, padahal Kristus sendiri telah menjanjikan kebangkitan dan kehidupan kekal di surga bagi kita yang mengambil bagian dalam penderitaan sampai pada kematian-Nya. Namun yang terjadi, seringkali kita mudah putus asa dan menyerah saat penderitaan datang menerpa kehidupan kita. Yang diperlukan bagi kita yakni iman dan kepercayaan bahwa semua penderitaan yang kita alami akan berlalu asalkan kita selalu bersandar pada Kristus yang adalah sumber kekuatan kita. Marilah kita belajar dari teladan Bunda Maria yang rela menderita bersama Kristus, agar kita memperoleh kehidupan yang kekal di dalam Kerajaan Surga. Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya seperti yang diungkapkan oleh Yohanes. Sudah jelas bagi kita orang beriman zaman ini untuk tidak perlu takut mengambil bagian di dalam penderitaan Kristus, karena Ia telah mempersiapkan kehidupan yang kekal. Namun, maukah kita pengikut-pengikut Kristus untuk turut mengambil bagian dalam penderitaan-Nya? Marilah kita berdoa agar Tuhan selalu meneguhkan iman kita agar segala karya kita dijiwai oleh cinta-kasih-Nya.

(Fr. Paternus Wee)

“Kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1 Yoh. 2:3).

 

Marilah berdoa:

Bapa, kuatkan dan teguhkan iman kami kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini