Masa Biasa Khusus Adven (U)
Yes.7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Lukas 1:26-38.
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, pada dasarnya anak-anak harus tunduk kepada orang tuanya, murid harus tunduk kepada gurunya, para pekerja harus tunduk kepada tuannya, atau pun orang yang lebih mudah harus bersikap sopan kepada orang yang lebih dewasa. Demikian pun halnya kita sebagai anggota Gereja tentunya memiliki sikap yang demikian kepada para pemimpin Gereja apalagi kepada para biarawan/biarawati serta para kaum klerus yakni para imam, uskup dan Paus.
Saudara/I, melalui bacaan yang didengarkan hari ini, Tuhan sesungguhnya hendak mengajak kita semua untuk merendahkan hati dan bukan bersikap sombong atau angkuh. Dalam bacaan Injil hari ini, kita dipertemukan lagi dengan sosok yang istimewa yakni Maria. Dengan kerendahan hati, ia menerima pewahyuan dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Tentunya pada waktu itu Maria merasa bingung dan mungkin takut karena kabar tersebut, sehingga Maria bertanya kepada malaikat itu demikian: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, sebab aku belum bersuami?”
Apalagi, tentunya malaikat yang memberikan kabar tersebut, tidak melakukan hal itu secara asal-asalan, melainkan karena ia diutus oleh Allah untuk mewartakan kelahiran Putera-Nya ke dunia sebagai Penyelamat. Sehingga malaikat tersebut menyampaikan kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau”. Ketika mendengar semua penjelasan dari malaikat Gabriel tersebut, Maria pun dengan rendah hati dan penuh keikhlasan menerima semuanya itu dan ia pun menjawab kepada malaikat itu: “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”.
Saudara/i yang dikasihi Tuhan. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia sering melakukan apa yang dikehendaki sendiri, dan bahkan melalaikan kehendak Tuhan. Contohnya, saat kita bersikap sombong ketika kita memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain mungkin karena jabatan kita, atau karena pengetahuan atau keberuntungan yang kita dapatkan selama hidup, atau bahkan kita mungkin lebih mementingkan kepentingan sendiri daripada tugas kita yang sebenarnya. Oleh karena itu, melalui bacaan pada hari ini, Tuhan sesungguhnya hendak mengajak kita untuk dapat menampilkan diri-Nya dalam diri kita, dengan cara berusaha untuk selalu merendahkan hati kita, sehingga kita dapat menciptakan kedamaian bagi banyak orang.
(Fr. Fernando Runtu)
“Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 2:38).
Marilah Berdoa:
Ya Allah yang Mahakuasa, sertailah kami senantiasa agar bisa melahirkan kebaikan dalam diri kami, sehingga dapat memberikan damai bagi semua orang. Amin.











