“Penantian yang terungkap”: Renungan, Kamis 16 Desember 2021

0
1718

Hari Biasa Pekan III Adven (U)

Yes. 54: 1-10; Mzm. 30: 3.4.5-6.11-12a.13b; Luk. 7: 24-30.

Waktu yang dinanti-nantikan oleh Yohanes dan para muridnya telah tiba. Dalam penantian ia dengan keyakinan yang besar mencari kebenaran yang diharapkan untuk diungkapkan sebagai kepenuhan karya penebusan. Kejelasan yang ia peroleh merupakan bantuan dari bawahannya yang telah hidup bersama-sama dengan dia dan memiliki harapan yang sama akan penantian Sang Penyelamat. Namun, pengungkapan diri Yesus tidak dinyatakan lewat kata-kata melainkan dengan tindakan yang mencerminkan diri-Nya yang mempunyai kuasa.

Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang kegembiraan akan peristiwa yang tidak akan menjadi mungkin tanpa adanya karya Allah. Banyak orang yang telah lama menantikan kegembiraan kini digenapi dengan peneguhan akan adanya waktu yang telah ditetapkan oleh Allah. Sebab dengan harapan yang besar itu, penantian yang diidamkan akan nyata sebab kasih Allah selalu terbuka bagi banyak orang.

Penantian yang menandakan kedekatan Tuhan dan Yohanes sungguh menyatakan kuasa Allah yang berkarya. Tugas yang dilakukan oleh Yohanes mendapat pujian dari Yesus sebab Yohanes tetap teguh dalam menuntun orang pada jalan yang benar. Kedekatan antara mereka memang membuka paham orang banyak pada keyakinan akan karya Allah sebagai kehendak yang konkrit dan mereka semakin memberikan diri pada Allah. Perbedaan selalu ada sebab dengan kesaksian Yesus sendiri, para orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat tidak percaya dan masih bimbang akan tindakan Yohanes dalam melaksanakan tugas mulia.

Untuk itu, marilah kita semua yakin akan penantian yang akan mendatangkan kebahagiaan dan keyakinan akan iman kita pada Tuhan. Sebab janji akan digenapi ketika adanya harapan akan Tuhan dalam kehidupan kita. Marilah kita melihat diri kita dan merefleksikan proses perkembangan iman kita. Siapkanlah diri kita untuk teguh dalam iman yang pasti menghantar diri kita pada kedekatan dengan Tuhan.

(Fr. Petrus Piterson Kussoy)

“Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu” (Luk. 7: 27).

Marilah berdoa:

Bapa, tuntunlah kami untuk tetap setia dalam menantikan saat yang telah Engkau siapkan bagi kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini