“Mengampuni Tindakan Mulia”: Renungan, Senin 8 november 2021

0
2049

Hari biasa (H)

Keb. 1:1-7; Mzm. 139:1-3,4-6,7-8,9-10; Luk. 17:1-6.

Setiap orang memiliki pola pikir dan karakter yang berbeda-beda dan sangatlah sulit untuk ditebak. Ada yang pola pikir dan karakternya sangat baik, ada yang biasa-biasa saja dan juga ada yang sangat buruk. Inilah bagian yang tak terpisahkan dalam diri setiap orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang kita lakukan seringkali menyakiti hati orang lain. Kadang kala tingkah laku kita menyesatkan orang lain, membuat orang yang tidak tahu apa-apa terjerumus masuk dalam zona ketidaknyamanan, sehingga mereka juga mengambil tindakan keliru, yang mengakibatkan mereka jatuh dalam dosa. Hari ini Yesus ingin menasihati kita semua untuk menjaga diri kita sebaik-baiknya, agar tidak jatuh dalam jurang dosa yang dibangun oleh pribadi-pribadi yang tidak mengenal Allah.

Yesus juga menasihati kita semua untuk saling menegur saudara-saudari kita yang sering melakukan dosa. Jika orang tersebut menyesalinya maka kita harus mengampuninya. Ia mengingatkan bahwa, memberikan kesempatan kepada pendosa untuk bertobat adalah hal yang penting dan harus dilakukan karena sangat berguna bagi keselamatan diri kita sendiri dan juga keselamatannya. Dengan mengampuni sang pendosa, kita telah melakukan satu tindakan mulia yang berdampak sangat luar biasa bagi kita sendiri dan bagi dirinya. Untuk melakukan semuanya itu tentu sangat dibutuhkan iman yang teguh. Oleh karena itu pula penginjil Lukas mengisahkan bahwa para murid meminta Yesus untuk menambahkan iman mereka. Menjadi pertanyaan, mengapa iman sangat berperan penting? Iman menjadi penting, karena dengan iman seseorang dimampukan untuk memaafkan dan melakukan berbagai hal baik..

Dalam Kitab Kebijaksanaan dikisahkan juga tentang dosa yang harus dijauhi dan kebijaksanaan yang haruslah dicari. Itu berarti bahwa kita semua mau diajak untuk mengasihi, mengutamakan Allah yang adalah kebenaran itu sendiri. Dia adalah dasar iman yang kokoh yang selalu hadir dan menolong setiap insan yang percaya kepada-Nya. Maka dari itu untuk menjadi murid Kristus, kita harus bersedia memberikan pengampunan kepada siapa saja yang sering melukai kita. Pengampunan yang kita berikan haruslah tulus sebagai tanda cinta kasih bagi para pendosa. Pengampunan yang tulus berarti bersedia memaafkan sesama yang bersalah tanpa menyisakan sedikitpun kesalahannya dalam hati kita.

(Fr. Markus  Ngilawan)

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia (Luk. 17:3).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk mengampuni saudara yang berbuat salah kepada kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini