“Kehidupan Bukan Kematian”: Renugan, Selasa 2 November 2021

0
2760

PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (U)

2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:20-24a.25-28; Yoh. 6:37-40.

Tahun 2005, Steve Jobs pernah berkata dalam pidatonya di Universitas Stanford, “Tidak ada yang mau mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati untuk mencapainya”. Kata-kata Steve Jobs ini menggambarkan bahwa manusia ingin menjauhi kematian. Namun, realitanya semua tidak berjalan sesuai keinginan kita. Terlebih, di masa pandemi COVID-19 ini, banyak saudara, teman dan anggota keluarga kita pergi meninggalkan kita.

Pada hari ini, Gereja mengenang arwah semua orang beriman. Hal itu berarti Gereja mengakui bahwa orang yang sudah meninggal masuk ke surga atau tinggal dalam rumah Allah Bapa.

Salah satu pertanyaan mendasar yang harus kita jawab sebagai orang beriman yakni: Apakah kita sungguh percaya bahwa keselamatan datang dari Kristus? Bacaan-bacaan hari ini menunjukkan kepada kita bagaimana harus menjadi orang yang beriman. Hal itu berhubungan dengan bagaimana kita sebagai orang-orang Kristiani mengimani kebangkitan orang mati. Sebab bagi orang yang percaya, kebangkitan merupakan buah yang istimewa. Oleh sebab itu, kita sebagai orang-orang Kristiani harus mendoakan mereka yang telah mendahului kita di dunia ini.

Dalam Kitab Makabe, dengan jelas dikatakan, “Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati” (2Mak. 12:44). Sangat jelas bahwa sebagai satu kesatuan umat beriman, doa-doa dan harapan kita sangat penting bagi keselamatan mereka yang telah meninggal.

Dalam surat pertama kepada jemaat di Korintus, Paulus mengajak kita untuk mengimani bahwa Kristus adalah sumber kebangkitan.  Tidak ada sumber lain yang dapat menyelamatkan selain Kristus. Dalam Kristus, Allah memberikan anugerah kebangkitan kekal bagi semua orang beriman. “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus” (1Kor. 15:22).

Kehendak Allah adalah keselamatan dan kehidupan kekal bagi orang beriman, bukan kehancuran atau kematian. Injil Yohanes berkata, “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Allah dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh. 6:40).  Pertanyan refleksi, apakah kita akan tetap setia bersama Kristus sebagai sumber kebangkitan kita?

(Fr. Michael Mefri Kewo)

“Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia” (IKor. 15:22).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Allah kami, berikanlah hidup yang kekal bagi saudara-saudara kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini