“Api Kesucian”: Renungan, Kamis 21 Oktober 2021

0
1160

Hari biasa (H).

Rm. 6:19-23; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 12:49-53

Kebaikan dan kejahatan merupakan dua kutub yang tidak bisa menyatu. Keduanya memiliki konsekuensi yang sangat berbeda. Dalam hidup manusia, perbedaan demikian nampak nyata dalam sikap dan perbuatan setiap orang. Tidak mudah untuk hidup lurus dan jujur di tengah dunia yang diwarnai dengan kepentingan individual. Melalui bacaan-bacaan yang kita dengar hari ini, Yesus mau mengatakan tentang bagaimana perbedaan antara kejahatan dan kebaikan itu, dan apa konsekuensi yang akan kita terima dari kedua hal itu serta bagaimana cara menerima konsekuensi itu dalam menjalani kehidupan kita sebagai orang Kristen.

Dalam bacaan pertama Rasul Paulus menjelaskan tentang dua macam perhambaan, yakni jika kita memberikan seluruh anggota tubuh kita dalam kecemaran dan kedurhakaan maka kita akan menjadi hamba yang jahat dan berdosa. Sebaliknya, jika kita memberikan seluruh anggota tubuh kita dalam segala kebenaran, maka kita akan menjadi hamba yang baik dan dikuduskan. Dan jika kita berhasil dimerdekakan dari dosa menuju pada pengudusan, maka kita akan mengalami kehidupan kekal dalam Kristus.

Sedangkan sabda Yesus dalam bacaan Injil sangatlah keras. Yesus mengatakan bahwa Ia datang bukan membawa damai melainkan pertentangan. Bahkan Ia akan melempar api ke dunia dan berharap agar api tersebut tetap menyala. Apa maksud sabda Yesus tersebut? Apakah Yesus mau mengacaukan kehidupan manusia? Tentu tidak. Sebelum Yesus datang ke dunia, kehidupan manusia sudah kacau. Karena kekacauan itu telah melekat dan menjadi bagian dari hidup manusia, maka Yesus datang ke dunia membawa ajaran baru tentang kerajaan Allah, damai, cinta kasih dan persaudaraan. Dan maksud dari api yang dilemparkan ke bumi adalah Roh Kudus. Yesus sadar bahwa ajaran-Nya akan membawa pertentangan. Dengan kata lain, Yesus memang mengizinkan adanya pertentangan di mana-mana, tetapi bukan pertentangan siapa yang menang atau kalah, atau bukan soal kekuasaan serta kekayaan tetapi pertentangan untuk mencapai kebenaran. Sabda Yesus adalah kebenaran hidup. Dan Roh Kudus yang dibawa oleh Tuhan akan membawa terang bagi orang yang menerimanya. Jadi, pertentangan itu muncul karena ada orang yang sudah menerima penerangan dari Roh Kudus dan kebenaran ajaran Yesus, kemudian berhadapan dengan orang yang menutup diri dari kebenaran.

Maka dari itu, marilah kita memohon kepada Tuhan agar kita semakin diberi kekuatan untuk mampu menegakkan kebenaran, membela kebenaran yakni kebenaran sabda Allah dalam diri Yesus di tengah-tengah pergolakan zaman ini yang penuh dengan kejahatan, tentunya dengan hati yang berharap penuh kepada tuntunan Roh Kudus.

(Fr. Richels Bavo Markindo)

“Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan” (Ams. 21:21).

Marilah berdoa:

Yesus yang Maha Baik, berilah kami kekuatan agar kami mampu menghadapi segala kejahatan dan selalu mampu memupuk kebaikan dalam kehidupan kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini