“Iman Yang Hidup”: Renungan, Sabtu 30 Juni 2018

0
3043

Hari Biasa (H)

Rat. 2:2,10-14,18-19; Mzm. 74:1-2,3-5a,5b-7,20-21; Mat. 8:5-17. 

Setiap dari kita memiliki kemampuan masing-masing, dan kemampuam yang kita miliki sungguh memberikan kita suatu nilai yang bisa kita pegang. Ada begitu banyak hal yang bisa kita lakukan lewat kemampuan yang kita miliki, tentu kemampuan untuk melakukan hal-hal yang niscaya bermanfaat dalam hidup kita. Namun, sering kita lupa dan tidak sadar akan kemampuan yang kita miliki yang sesungguhnya hal itu sangat berguna bagi diri sendiri dan untuk orang lain.

Bacaan Injil hari ini mau menegaskan kepada kita, bahwa iman tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri melainkan juga bagi orang lain. Sebagaimana yang dikisahkan dalam Injil hari ini, seorang perwira yang sungguh mempunyai iman yang luar biasa. Bukan hanya memiliki iman, tetapi juga ia mewujudnyatakan iman tersebut.

Ketika hambanya sakit, ia pergi menemui Yesus dan memohon kepada-Nya untuk menyembuhkan hambanya itu. Ketika ia memohon kepada Yesus, ia juga sadar akan keberadaannya dan ia mengetahui siapa itu Yesus, sehingga ia berkata kepada Yesus: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”.

Kita bisa melihat iman yang ditunjukkan oleh perwira tersebut. Ia sungguh sadar akan hidupnya dan kesadarannya membuat ia menjadikan iman itu hidup. Ia percaya bahwa Yesus akan menyembuhkan hambanya yang sakit dan ia juga tahu apa yang harus ia perbuat untuk hambanya yang sakit. Ia menemui Yesus dan sikap inilah yang memberikan suatu rahmat yang luar biasa.

Sama halnya dengan sikap yang ditunjukkan oleh mertua Petrus. Ia tahu bahwa Yesus akan menyembuhkan penyakitnya dan kepercayaannya itu diaplikasikan lewat perbuatannya yang sungguh luar biasa. Ia melayani Yesus dan inilah perbuatan yang hidup. Iman yang ada dalam dirinya, ia tunjukkan juga dengan perbuatan konkrit.

Dalam kehidupan, kita bisa melihat apa yang sedang terjadi dalam diri kita, terutama sikap dan perbuatan kita yang telah kita tunjukkan kepada orang lain dan terutama kepada Tuhan.

Semoga Injil hari ini memberikan inspirasi kepada kita untuk selalu berpegang teguh pada iman yang kita miliki. Semoga juga iman tersebut dapat kita andalkan dan kita nyatakan dalam kehidupan kita secara konkrit. Tuhan memberkati kita.

(Fr. Fransiskus Gio)

“Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan itu akan sembuh” (Mat. 8:8).

Marilah berdoa:

Tuhan, berilah aku kekuatan agar imanku menuntun perbuatanku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini