”Mengenal dia yang diutus oleh Dia”: Renungan, Sabtu 2 Oktober 2021

0
1661

PW. Para Malaikat Pelindung (P)

Bar. 4:5-12.27-29; Mzm. 69:33-35.36-37; Luk. 10:17-24.

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, bacaan pertama mengisahkan bagaimana bangsa Israel mendapat penghiburan iman akan Allah dari seorang janda, atas murka Allah kepada mereka. Pengharapan iman yang diterima bangsa Israel merupakan sebuah penghiburan nyata karena pengharapan itu datang dari Allah sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya. Selain itu juga, penghiburan itu datang dari pengalaman nyata seorang janda yang ditinggalkan anak-anaknya, dimana segala derita yang menimpahnya tidak membuat dia ragu akan karya penyelamatan Allah baginya.

Dalam bacaan Injil dikisahkan bagaimana ketujuh puluh murid yang diutus Yesus kembali dengan kekaguman yang besar atas segala yang mereka lakukan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa manusia tidak berdaya apabila tidak menerima rahmat dari Allah. Hal lain pula yang dapat kita petik dari bacaan Injil hari ini yakni sikap diutus. Kesiapsediaan diri untuk menjalankan perutusan merupakan tanda kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Rasul Yakobus mengatakan bahwa “Iman tanpa perbuatan adalah mati”, karena itu kita harus menjalankan perintah Allah. Setiap manusia memiliki perutusannya masing-masing, ada yang menjadi dokter, tentara, dll. Dengan perutusan dari Allah, setiap kita dituntut untuk menjalankannya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Saudara/i terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,

Hari ini Gereja secara universal memperingati para malaikat pelindung. Apakah setiap manusia memiliki malaikat pelindung? Ya. Mengapa? Karena pada dasarnya Allah ingin agar setiap manusia memperoleh kebahagiaan sejati yakni hidup bersama Allah dalam kerajaan surga. Oleh karena Allah ingin melindungi dan menuntun manusia, maka Allah mengutus malaikat-Nya untuk membantu manusia dalam setiap derap langkah hidupnya agar apa yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kehendak Allah. Akan tetapi sering kali manusia mengesampingkan malaikat pelindungnya, karena berbagai kepentingan dan keinginan manusiawinya. Oleh karena itu, pada hari ini Gereja mengingatkan kembali kita semua, bahwa malaikat yang diutus Allah selalu mendampingi dan menuntun kita kepada kebahagiaan sejati. Kebahagiaan itu dapat kita rasakan lewat hubungan dengan orang-orang di sekitar kita. Maka marilah sejak dini kita lebih mengenal dan meminta bantuan dan doa dari malaikat pelindung kita masing-masing.

(Fr. Rio Suarlembit)

 “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu” (Luk. 10:17).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk semakin mengenal dan melaksanakan kehendak-Mu melalui bantuan malaikat pelindung yang Engkau percayakan untuk membimbing, menuntun kami dalam hidup ini. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini