“Apakah Benar?”: Renungan, Rabu 27 Juni 2018

0
2281

Hari Biasa (H)

2Raj. 22:8-13; 23:1-3; Mzm. 119:33,34,35,36,37,40; Mat. 7:15-20.

Perkataan tidak memiliki dampak yang lebih kuat jika dibandingkan dengan perbuatan. Orang lebih menyukai sebuah tindakan yang sederhana daripada sebuah perkataan tanpa disertai dengan tindakan konkret.

Di zaman sekarang, orang lebih memilih untuk bertindak sebab tindakan mempunyai daya dorong yang lebih kuat daripada sekedar perkataan. Orang dapat menjadi teladan bukan pertama-tama karena perkataannya melainkan karena perbuatannya.

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang hal pengajaran yang sesat. Yesus mengajarkan kepada orang banyak untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu. Artinya ada pewarta yang benar dan pewarta yang palsu. Kita bisa mengetahui mereka yang datang sebagai seorang pewarta hanya dengan melihat pakaian mereka. Namun, kita bisa mengetahui bahwa pewarta ini benar atau palsu yakni dari buahnya atau karyanya.

Sebab tidak mungkin orang dapat memetik buah anggur dari pohon berduri atau buah ara dari rumput berduri. Dengan demikian setiap pewarta yang benar atau pohon yang baik menghasilkan buah atau karya yang baik.

Sedangkan pewarta palsu atau pohon yang tidak baik menghasilkan karya yang tidak benar dan buah yang buruk. Konsekuensi seorang nabi palsu akan bernasib sama seperti pohon buruk yang akan ditebang dan dibuang ke dalam api.

Makna hidup yang dapat kita ambil dan renungkan dari Injil hari ini adalah jangan mudah percaya pada pewarta dengan pakaian yang bagus dan mewah. Meskipun mereka datang sebagai membawa kabar gembira, akan tetapi kabar gembira yang mereka wartakan belum tentu berasal dari Allah, melainkan dari mereka sendiri. Mereka mewartakan dengan menggunakan kata-kata yang indah. Perkataan yang indah untuk hidup di dunia bukan untuk untuk yang kekal.

Jadi tujuan dari pewartaan para nabi palsu membuat kita merasa gembira akan hidup di dunia ini tetapi kegembiraan itu hanya bersifat sementara. Sedangkan pewarta yang baik akan membawa kabar yang benar tentang kabar keselamatan kekal. Bukan hanya tentang bagaimana kebahagian hidup di dunia tetapi terutama tentang kabar keselamatan kekal.

Cara yang paling mudah untuk mengenal pewarta yang benar adalah dari karya mereka. Mereka datang dengan kesederhanaan dan pelayanan bukan dengan kemegahan dan kepalsuan. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”.

(Fr. Fiki Panggola)

“Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik” (Mat. 7:17).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, dampingilah kami untuk selalu terarah pada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini