Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia
Sir. 10:1-8; Mzm. 101;1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21.
Salam kemerdekaan!
Sang Proklamator bangsa, Ir. Soekarno pernah berkata, “Sekali merdeka, tetap merdeka. Kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta kemerdekaan!”. Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun. Bacaan-bacaan hari ini sungguh menampilkan ajaran dari Tuhan Yesus tentang menjadi warga negara yang baik.
Seperti Petrus menasihati umat Kristen agar mereka berani bersaksi atas kebenaran hidup yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan mereka. Sebab hidup dalam kebenaran Tuhan maka dunia dapat melihat, mengenal Tuhan dan diselamatkan. Dengan demikian Petrus mengajak kita untuk menjalani hidup baru, hidup dalam kebenaran Tuhan. Karena Tuhanlah sumber kebenaran sejati. Dalam hidup kita seringkali kebenaran dibungkus dan dipoles sedemikian rupa, sehingga kebenaran menjadi kabur dan menjadi kabar gosip saja.
Injil hari ini memperlihatkan tentang Yesus berhadapan dengan para pemuka agama. Mereka bersatu untuk menjebak Tuhan Yesus dengan segala pertanyaan. Bila Yesus mengatakan tidak perlu membayar pajak, maka orang-orang akan menuduh Yesus memberontak terhadap pemerintah Romawi. Sebaliknya, bila setuju, Ia akan kehilangan popularitas di mata orang-orang. Tetapi Tuhan Yesus bukan demikian. Ia menjawab: “Berikanlah kepada kaisar (Negara) apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Yesus memperlihatkan kualitas hidup sebagai orang Kristen, hidup dalam kebenaran dan memiliki integritas yang kokoh.
Dalam rangka Hari Kemerdekaan, kita diajak untuk mengisi kemerdekaan ini dengan merenungkan sejauh mana sikap dan tindakan kita dalam membela kebenaran. Kebenaran sejati adalah kebenaran yang memerdekakan setiap orang. Sebab kita dipanggil untuk kemerdekaan maka kita tidak boleh membelenggu orang lain. Kita harus menjadi abdi Tuhan yang saling memerdekakan.
(Fr. William Jansen)
“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”(Mat. 22:21).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kebenaran-Mu kami nyatakan dalam kehidupan kami. Amin.











