Hari SP Maria diangkat ke Surga (P)
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10bc,11,12ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56
Dalam Gereja Katolik, ada 4 dogma tentang Maria, yaitu Maria Perawan, Maria Dikandung Tanpa Dosa, Maria Bunda Allah, dan Maria Diangkat ke Surga. Dogma yaitu ajaran resmi Gereja tentang iman dan moral, yang diterima dari Yesus, diteruskan oleh para Rasul, dan dilanjutkan oleh Gereja, serta diterima oleh semua anggota Gereja dengan penuh iman dan ketaatan demi keselamatan.
Hari ini kita merayakan Dogma Maria Diangkat ke Surga. Dogma ini dipromulgasikan dengan meriah oleh Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950. Dalam terang bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, Dogma Maria Diangkat ke Surga mengajak kita untuk merenungkan tiga hal ini.
Pertama, kemuliaan tubuh kita. Gereja mengajarkan bahwa Maria Diangkat ke Surga dengan jiwa dan raganya. Dogma Gereja ini mengajak kita juga untuk melihat keluhuran raga kita. Kita dipanggil untuk menjadikan diri kita sebagai tempat yang penuh rahmat, “Bait Roh Kudus”. Kita diajak untuk menghormati tubuh kita, menggunakan diri untuk mengandung kebaikan-kebaikan, dan memenuhi pikiran dengan pandangan-pandangan luhur, serta memenuhi hati dengan damai dan sukacita.
Kedua, keterbukaan terhadap sesama. Maria adalah Tabut Perjanjian Baru. Dialah yang membuka Tabut Perjanjian itu dengan membawa Dia yang ada di dalam Tabut itu kepada Zakharia dan Elisabet. Dogma Maria Diangkat ke Surga mengajak kita untuk menjadi bait Roh Kudus yang terbuka. Bukalah tabut hidup kita dan sebarkan kebaikan-kebaikan kepada sesama dan dunia; dan tetaplah menjadi tabut yang terbuka meskipun ada pelbagai tantangan dan kesulitan, karena yakin bahwa Tuhan menolong kita dalam menghadirkan kebaikan, pengharapan, dan keselamatan di tengah dunia!
Ketiga, hidup di dunia dan hidup di surga. Kita semua sedang berjuang di tengah dunia. Kita hidup dan berkarya di tempat di mana kita berada dan bekerja. Namun, hidup kita terarah juga ke kehidupan sesudah semua pergumulan hidup kita di dunia. Sama seperti Maria, kita berjuang di dunia dengan menyatakan ya terhadap rancangan Allah dan memberikan diri untuk turut menghadirkan keselamatan di tengah dunia. Sama seperti Maria pula, kita mengarahkan seluruh hidup kita pada kehidupan surgawi, kehidupan bersama Allah sendiri.
Selamat merayakan Dogma Maria Diangkat ke Surga. Semoga Bunda Maria mendampingi, menghibur, dan menguatkan kita dalam usaha kita untuk mengandung kebaikan-kebaikan dan berjuang di dunia, untuk membuka hidup kita kepada sesama dan tetap mengarahkan hidup kita kepada hidup surgawi.
(Pst. Ventje F. Runtulalo, Pr)
“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk. 1:42).
Marilah berdoa :
Ya Allah, kurniakanlah kami rahmat-Mu, agar kami menjaga keluhuran tubuh kami, kuat berjuang dalam hidup kami sehari-hari, dan selalu merindukan hidup surgawi bersama-Mu. Amin.











