Pw S. Aloisius Gonzaga, Biarw (P).
Sir. 48:1-14; Mzm. 97:1-2,3-4,5-6,7; Mat. 6:7-15.
Biarawan merupakan orang yang memilih jalan hidup istimewa untuk mengikuti Yesus. Mereka memilih meninggalkan segala jenis kesenangan duniawi dan menghabiskan hidupnya dalam biara dan melayani sesama. Hari-hari hidup mereka dihabiskan dengan doa dan tindakan kasih yang konkrit.
Santo Aloisius Gonzaga yang pada hari ini diperingati Gereja merupakan seorang biarawan. Ia memilih meninggalkan segalanya dan mengikuti Tuhan. Dalam hidupnya, ia sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan. Hari-hari hidupnya senantiasa ditandai dengan doa. Ia senantiasa mendoakan dirinya dan orang sakit yang dilayaninya. Ia mendoakan dan melayani setiap orang sakit, tanpa pamrih.
Baginya, setiap doa dan tindakannya adalah cara paling manjur untuk senantiasa dekat dengan Tuhan dan menyelamatkan banyak jiwa. Ia kemudian mati dalam pelayanan karena menderita wabah pes. Gereja kemudian menghormati dia sebagai orang kudus karena hidup doa dan pelayanannya.
Cara hidup yang ditunjukkan oleh Santo Aloisius merupakan cara hidup Kristen yang sejati. Cara hidup ini mengambil modelnya dari Kristus sendiri. Kristus merupakan seorang pendoa sejati. Ia tak hanya mendoakan, namun juga mengajarkan doa dan cara berdoa.
Hari ini dalam dalam bacaan Injil, Yesus mengajarkan mengenai doa dan cara berdoa yang benar. Bagi Yesus doa yang baik dan benar bukan terletak pada kata-kata yang indah dan bertele-tele. Untuk itu, ia menegur cara berdoa yang tidak benar dengan berkata, “Jangan berdoa bertele-tele seperti orang munafik yang tidak mengenal Allah”.
Doa yang baik sejatinya keluar dari hati dan bertujuan untuk memuliakan Allah, dan serentak pula mengungkapkan kelemahan dan kerendahan hati kita di hadapan-Nya. Doa yang baik mengungkapkan sebuah kedekatan relasional antara kita dengan Allah. Doa yang baik juga membawa kita pada tindakan konkrit untuk melayani sesama manusia.
Ajaran Yesus tentang doa dan cara berdoa merupakan model yang pantas untuk kita hidupi. Ajaran Yesus merupakan kekayaan iman yang amat luar biasa. Sebagai orang Kristen, sudah sepantasnya kita hidup dari ajaran Yesus ini. Kita harus meneladani tindakan Yesus. Kita harus menunjukkan sikap doa yang tulus dalam setiap kata dan tindakan kita. Ketika kita tidak mampu meneladani sikap Kristus, maka kita gagal sebagai orang Kristen.
(Fr. Jefry Fenanlampir)
“Lagipula dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak menenal Allah” (Mat. 6:7b).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah aku agar senantiasa berdoa dengan hati yang tulus. Amin











