Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)
Kis. 25:13-21; Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab; Yoh. 21:15-19.
Yesus memiliki banyak gelar dan salah satunya ialah ‘Gembala Baik’. Gelar Yesus sebagai Gembala yang Baik mencerminkan sikap dan tindakan Yesus terhadap kawanan domba-Nya. Hal itu nampak dalam hidup Yesus di dunia ini. Konkretnya yakni Ia datang ke dunia memberi pengajaran, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati dan bahkan mati demi menebus dosa umat-Nya. Itu semua dilakukan Yesus dalam rangka menuntun kawanan domba-Nya ke jalan yang benar. Di sini nampak bahwa kehidupan Yesus sebagai Gembala yang Baik, tidaklah mudah. Ia harus mengorbankan seluruh waktu, tenaga dan bahkan nyawa-Nya sendiri untuk kawanan domba-Nya.
Sikap dan tindakan Yesus tersebut berada dalam bingkai cinta kasih. Cinta terhadap kawanan domba-Nya membuat Ia harus berkorban. Itulah cinta yang menuntut pengorbanan. Hari ini kita mendengar dalam Injil, kisah tentang Yesus yang meminta Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Yesus lantas bertanya kepada Petrus apakah ia mengasihiNya. Pertanyaan ini diulangi sebanyak tiga kali oleh Yesus. Dan Petrus tanpa ragu menjawab: “Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”.
Pertanyaan sebanyak tiga kali oleh Yesus seakan menandakan bahwa Yesus ragu terhadap cinta Petrus. Sebenarnya, Yesus ingin memberi ruang keyakinan kepada Petrus terhadap apa yang ia katakan. Petrus harus yakin terhadap komitmen yang ia katakan dan dengan demikian dapat melaksanakan tugas dan perintah Yesus tanpa ragu. Hal ini dilakukan Yesus karena Ia tahu bahwa tugas penggembalaan tidaklah mudah dan konsekuensinya berat. Kemudahan akan diperoleh asalkan Petrus sungguh-sungguh berkomitmen untuk mengasihi Tuhan dan umat-Nya.
Jika pertanyaan Yesus kepada Petrus diarahkan kepada kita, apakah jawaban kita? Apakah kita mengasihi Tuhan? Apakah kita akan menjawab sama seperti yang Petrus katakan? Jika kita mampu dan berkomitmen untuk mengasihi Tuhan, berarti kita tahu apa yang harus kita korbankan. Kita harus mampu mengorbankan waktu kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Mengorbankan tenaga kita untuk berbuat baik kepada siapa saja. Sekurang-kurangnya kita membuat keseimbangan antara hal-hal duniawi dan hal-hal ilahi. Dengan demikian, kita akan sama seperti Petrus yang diajak untuk menggembalakan kawanan domba-Nya dengan setia.
(Fr. Dominikus Samponu)
“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? Jawab Petrus kepadaNya: Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya: Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yoh. 21:16).
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus, yakinkanlah kami untuk mampu mencintai Engkau, agar sama seperti Petrus kami pun dapat turut menggembalakan kawanan domba-Mu di dunia ini dengan setia. Amin.











