Hari biasa Pekan IV Paskah
Kis. 13;26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6
Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, Bacaan Injil hari ini mengisahkan dengan begitu baik bagi kita semua tentang jalan menuju Bapa. Yesus berbicara tentang diri-Nya sendiri sebagai pintu. Dialah Gembala yang baik dan “pintu” bagi kita semua menuju kehidupan abadi yakni menuju rumah Bapa. Maka untuk sampai pada rumah Bapa itu, Yesus menawarkan diri-Nya sebagai jalan menuju rumah Bapa; “Akulah jalan, kebenaran dan hidup”. Berjalan bersama Yesus, menuntut perubahan perilaku hidup, yang sesuai dengan sikap hidup Yesus.
Saudara-saudari yang terkasih, jikalau kita mengenal Yesus sebagai “kebenaran”, maka kita semua diwajibkan untuk menjadikan diri kita benar di hadapan Yesus dan orang lain. Maka pertanyaan bagi kita semua saat ini yakni apakah kita bisa menjadi jalan dan kebenaran hidup bagi orang lain? Yesus telah menunjukan jalan yang benar bagi kita semua, maka jalan itulah yang patut kita ikuti. Kita harus menuntun hidup kita untuk selalu berada di jalan yang benar. Dan ketika kita telah berada di jalan yang benar, marilah kita berusaha untuk mengajak orang lain untuk bisa ikut bersama-sama dengan kita berjalan di jalan Tuhan.
Namun sebagai manusia, kita sering tidak percaya, kita sering juga mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita sering berjalan di jalan yang kita kehendaki sendiri. Ketika jalan kita buntu maka kita mulai kebingungan, putus asa, hilang harapan dan pegangan. Dan pada situasi seperti inilah barulah kita akan membutuhkan tuntunan Tuhan. Kita butuh jalan Tuhan. Dan tak jarang, dalam situasi ini, kita mulai menuntut kepada Tuhan untuk mengikuti semua yang kita inginkan.
Saudara-saudari yang terkasih, tuntutan kita sering berlainan dengan rencana Tuhan. Dan bahkan kita sering memilih jalan kita sendiri. Namun percayalah bahwa Tuhan telah menentukan jalan yang benar bagi kita. Kitalah yang harus menyesuaikan jalan hidup kita dengan kehendak Tuhan. Satu hal yang perlu kita ingat, “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, dan percayalah juga kepada Yesus Putra-Nya, dan teruslah berjalan menuju Bapa melalui Yesus yang adalah Sang jalan, kebenaran dan hidup. Berjalanlah di jalan Yesus maka kita tidak akan tersesat ataupun mendapat jalan buntu. Dan panggilah sebanyak mungkin orang untuk berjalan bersama dengan Yesus.
(Fr. Ampi Bairsadi)
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh:14)
Marilah berdoa: Ya Bapa, tuntunlah kami agar selalu berjalan bersama Putra-Mu Yesus Kristus yang menjadi jalan, kebenaran dan hidup kami untuk sampai pada rumah-Mu. Amin











