Pw S. Katarina dari Siena, PwrPujG (P).
BcE Kis. 13: 13-25; Mzm. 89: 2-3,21-22,25,27; Yoh. 13: 16-20; atau dr Ruybs. BcO Why. 15: 5-16:21.
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, terkadang dalam hidup kita sehari-hari, kita sering berjumpa dengan apa yang disebut ketidak jujuran dalam pelayanan. Itu sebabnya, banyak orang hanya dapat melayani dengan setengah hati. Banyak orang melayani hanya ingin untuk mencari popularitas dan pujian. Dan hal seperti inilah yang sering ditemukan dalam keseharian hidup kita.
Bacaan-bacaan hari ini dengan jelas mengajak kita untuk mampu hidup dan melayani dengan jujur dan tulus hati selayaknya orang yang hidup dalam kasih dan kebaikan Yesus Kristus Sang Juru Selamat. Dalam Bacaan Injil, Yesus sangat menekankan pelayanan yang jujur dan sepenuh hati. Bagi Yesus, seorang pelayan yang sejati ialah dia yang memiliki ketulusan hati dan kejujuran dalam dirinya, sehingga ia jauh dari kemunafikan. Sebab ketidak jujuran dan ketidak tulusan dalam pelayanan merupakan suatu tindakan pengkhianatan. Kita mengkhianati-Nya. Inilah yang dimaksudkan Yesus dengan kata-kata Nya “orang yang makan roti-Ku telah mengangkat tumit terhadap-Ku”. Yesus tidak menghendaki supaya kita hidup sebagai orang munafik yang pada akhirnya mengkhianati-Nya. Ia sendiri bahkan telah menunjukkan tindakan yang tulus dan jujur sebagai seorang pelayan yang sejati.
Hal seperti inilah yang juga telah dilakukan oleh Paulus dan teman-temannya ketika memulai pengajaran di Antiokhia. Paulus dengan berani, jujur dan sepenuh hati melaksanakan pelayanan dalam tanggung jawab sebagai seorang pengikut Kristus yang sejati. Ia berusaha untuk mengajar dengan jujur sama seperti yang telah tertulis dalam Kitab Suci.
Saudara-saudariku yang terkasih, dari bacaan-bacaan yang kita dengarkan ini, kita juga diminta untuk mampu melayani, mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab kita dengan jujur dan sepenuh hati. Janganlah kita bertindak sebagai seorang yang munafik. Kita harus belajar dari Paulus dan Santa Katarina dari Siena yang kita peringati hari ini. Mereka mampu hidup sebagai pelayan yang jujur dan tulus, sehingga kehidupan mereka pun tidaklah jauh dari kasih dan kebaikan Kristus.
Marilah semoga kita sebagai pengikut Kristus yang sejati mampu hidup sebagai pelayan yang jujur dan tulus hati sehingga terhindar dari pola hidup yang bersifat tidak benar dan penuh kemunafikan.
(Fr. Blasius Helyanan)
“Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya”
(Yoh. 13:17).
Marilah Berdoa:
Tuhan, berkatilah kami agar mampu hidup sebagai pelayan yang jujur dan sejati. Amin











