“Terang Kehidupan”: Renungan, Rabu, 28 April 2021

0
1919

Hari biasa pekan ke IV Paskah (P)

Kis. 12:24-13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50

Kita manusia yang beriman kepada Allah, tentu merindukan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Keselamatan dari Allah itu diberikan melalui Sabda-Nya lewat perantaraan Yesus Kristus. Terang itu akan terlaksana, ketika orang mampu untuk melihat Firman Allah sebagai jalan hidup yang benar. Terkadang dalam hidup sehari-hari, kita mengabaikan Firman itu. Contoh konkrit perilaku kita yang tidak mengindahkan Firman yakni tidak mengasihi sesama kita. Membuang sampah sembarang merupakan salah satu bentuk perilaku tidak mengasihi sesama. Saudara yang berada di sekitar kita tentu mendambakan lingkungan yang bersih. Namun karena tindakan kita membuang sampah sembarangan, maka sesama kita menjadi terganggu.

Saudara terkasih dalam Tuhan, Bacaan Pertama mengisahkan Barnabas dan Saulus yang telah dikhususkan Allah sebagai pelayan Sabda-Nya. Mereka bersama dengan Yohanes yang disebut juga Markus sebagai pembantu mereka. Sebelum mereka diutus, mereka berpuasa dalam kuasa perlindungan Roh Kudus. Dapat kita lihat bahwa betapa kudusnya Firman Allah sehingga mereka yang dikhususkan untuk pewartaan Sabda Allah itu, lebih dahulu dianugerahi Roh Kudus dengan penumpangan tangan. Sebab Firman yang ingin diwartakan ini, bukanlah Firman yang datang dari manusia, melainkan dari Allah sendiri melalui Yesus Kristus.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan seruan Yesus mengenai Firman Allah itu sebagai jalan dan terang hidup. Allah ingin agar kita manusia tidak jatuh dalam keterpurukkan hidup. Ia ingin menghantar kita untuk berjalan di dalam terang sabda-Nya. Maka Allah mengutus Yesus sebagai terang supaya kita umat-Nya yang masih berada dalam kegelapan, diterangi oleh Sabda-Nya melalui Yesus sebagai pengantara ilahi. Yesus menyerukan agar kita tetap setia untuk mengikuti terang Sabda Allah itu supaya kita diselamatkan.

Marilah kita belajar untuk tetap mengimani Sabda Allah yang merupakan terang itu. Dengan melaksanakan Sabda itu, maka tentu Allah sendiri sebagai yang empunya terang Sabda itu, akan memberkati dan menganugerahi kita dengan Roh Kudus. Iman dan perbuatan kita yang sejalan dengan Firman Allahlah yang menentukan ketakwaan dan keselamatan kekal di dalam Dia.

(Fr. Fransiskus Rahayaan)  

“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan” (Yoh. 12:46).

Marilah berdoa:

Ya Allah, mampukanlah kami untuk selalu dan senantiasa mengarahkan hati dan perilaku kami agar sejalan dengan terang Sabda-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini