Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus (P)
Kis. 10:34a,37-43; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8; Yoh. 20:1-9.
Selamat Pesta Paskah. Kita patut bersyukur dan memuji Tuhan karena karya – karya besar yang dikerjakan-Nya bagi kita. Haec dies quam fecit Dominus!
Petrus memberi kesaksian kepada Kornelius. Kornelius adalah seorang kepala pasukan Romawi yang berhati baik dan tinggal di daerah Kaisarea di pinggir pantai di antara wilayah Yudea dan Galilea. Dalam Kisah Para Rasul dituliskan, “Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah” (Kis.10: 1- 2).
Petrus datang kepadanya dan memberi kesaksian tentang Yesus yang bangkit demikian, “ Kamu tahu apa yang terjadi mulai dari Galilea dan di seluruh daerah Yudea. Kamu tahu tentang Yesus dari Nasaret, bagaimana Allah mengurapi-Nya dengan Roh Kudus dan dengan kekuatan. Yesus berkeliling di daerah tersebut sambil berbuat baik, menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Namun Ia dibunuh orang dengan cara digantung di kayu salib. Tetapi Ia dibangkitkan Allah pada hari ketiga setelah wafat-Nya.”
Berkat kebangkitan Kristus dan iman yang tumbuh dari hati orang Romawi yang baik dan saleh itu, akhirnya Petrus membaptis Kornelius dan semua orang yang mendengarkan dia dan percaya kepada kesaksiannya (Kis.10: 48). Kristus yang bangkit telah merobohkan tembok – tembok pemisah yang dibangun oleh manusia. Mulai sekarang tidak ada lagi berbadan antara orang Yahudi dan orang Romawi, antara budak dan orang merdeka
Firman Tuhan pada hari raya paskah ini memberikan kesaksian bahwa Kristus telah bangkit. Ia hidup dan tidak ada lagi di dalam makan. Para murid kemudian bertemu dengan Yesus sendiri yang telah bangkit dengan Tubuh yang mulia, tidak sama lagi dengan kehadiran-Nya di tengah para murid-Nya ketika sebelum wafat-Nya.
Kini Yesus Kristus hidup dalam kemuliaan Tubuh-Nya yang baru. Dalam bacaan kedua kita dinasehati supaya membuang ragi yang lama, yaitu hidup dalam dosa, dan mengenakan manusia baru yang hidup di dalam kemuridan dan kebenaran. Anak Domba Paskah telah disembelih, marilah kita merayakan Pesta Paskah dengan roti yang baru. Semoga hidup kita yang telah ditebus oleh Darah Kristus ini menghasilkan buah yang berlimpah karena menerima berkat yang melimpah dari kebangkitan Kristus.
Romo Albertus Sujoko,MSC
…senantiasa berdoa kepada Allah” (Kis.10: 1- 2).
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus, bimbinglah kami agar bangkit dari keberdosaan kami. Amin.











