“Tanggung Jawab,Hidup & Keselamatan”: Renungan, Sabtu 27 Maret 2021

0
1569

Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Yoh. 11:45-56

Dalam menjalankan kehidupan, kita memiliki berbagai tanggung jawab yang harus mampu dilaksanakan. Seperti halnya dalam keluarga, orang tua bertanggung jawab atas perkembangan seorang anak. Di samping itu, mereka pun memiliki tanggung jawab atas hidup dan keselamatan pribadinya.

Injil hari ini bercerita tentang orang Farisi dan Mahkamah Agama yang ingin membunuh  Yesus, karena berbagai perbuatan-Nya. Ia memberi pengajaran dan membuat banyak mukjizat, sehingga pengikut-Nya terus bertambah. Jika kita melihat persoalan tersebut dalam konteks sosio-politik, maka kesepakatan untuk membunuh Yesus dapat dibenarkan, karena apa yang dilakukan-Nya berpotensi menimbulkan konflik antara orang Yahudi dan Romawi. Jika kesepakatan itu ditempatkan dalam konteks sejarah keselamatan, maka kesepakatan itulah yang menjadi jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Seperti yang dinubuatkan oleh Imam Besar Kayafas, bahwa Yesus akan mati bukan hanya untuk menyelamatkan satu bangsa, tetapi untuk keselamatan seluruh umat manusia, yakni umat Allah yang tercerai-berai.

Demikian nampak bahwa kesepekatan tersebut bermotif pengambinghitaman Tuhan  Yesus. Yesus mau dikorbankan, agar kehidupan masyarakat serta keberadaan orang Farisi dan Mahkamah Agama dapat berjalan dengan aman tanpa terancam oleh orang-orang Romawi. Sebagai tokoh-tokoh penting dalam masyarakat dan forum keagamaan, alih-alih memberikan pengajaran dan contoh hidup baik agar masyarakat bisa hidup dengan aman dan damai, orang Farisi dan Mahkamah Agama malah melemparkan seluruh tanggung jawabnya kepada Yesus. Sebagai manusia kita pun sering bertindak seperti mereka. Kadang kala apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita, justru dilemparkan kepada orang lain dan itu membuat mereka menderita. Begitu pula dengan keselamatan yang seharusnya ditanggung sendiri, justru kita limpahkan kepada Yesus. Kita yang sering berdosa, tetapi atas cinta-Nya, Dia berjuang untuk keselamatan kita.

Bacaan hari ini mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas hidup, terlebih keselamatan kita. Yesus sendiri mencintai hidup dan keselamatan kita. Mengapa kita tidak melakukan hal yang sama atas diri kita sendiri? Kita perlu bertanggung jawab dalam aspek politik, sosial, ekonomi, juga yang lebih dari itu, kita harus bertanggung jawab atas keselamatan kita. Tindakan sederhana seperti rajin beribadah atau suka berbagi dengan orang yang membutuhkan adalah bentuk sederhana dari tanggung jawab atas hidup dan keselamatan diri.

(Fr. Alfredo Loes Ngutra)

“Bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai” (Yoh. 11:52).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, dampingilah hamba-Mu, agar dapat hidup dengan penuh tanggung jawab, untuk memperoleh keselamatan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini