“Iman yang Menyelamatkan!”: Renungan, Rabu 24 Maret 2021

0
1828

Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U)

Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42

Dalam masa Prapaskah ini, penting bagi kita semua untuk memurnikan diri dari dosa dan kesalahan kita setiap hari. Sebagai manusia lemah, kita semua tak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Karena dosa itu, hubungan kita dengan Allah semakin jauh. Kita merasa bahwa tak layak bila kita ingin berjumpa dengan Dia lewat doa-doa kita.

Tindakan ini akan semakin menambah beban bila kita tidak ingin membuka diri, tak punya niat untuk bertobat. Sebagai orang beriman, kita percaya bahwa Tuhan selalu mengampuni kita dan selalu berada di samping kita walaupun kita jatuh dalam dosa.

Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa Yesus adalah kebenaran. Jikalau murid-murid tahu akan kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan mereka. Nah, bagaimana kita tahu bahwa kebenaran itu menyelamatkan kita? Yesus adalah jalan dan kebenaran. Hanya melalui Dia, kita memperoleh keselamatan yang penuh. Sebab Ia datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa dan bagi mereka yang mau percaya kepada-Nya.

Kebenaran itu tidak cukup jika hanya diucapkan mulut saja. Tetapi, harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Kita harus percaya kepada Yesus sebagai pembawa kabar keselamatan. Percaya atas perkataan dan tindakan Yesus. Apakah dengan percaya sudah cukup? Tidaklah cukup. Kita butuh iman. Sebab dengan iman, kita bisa mengalahkan segalanya.

Dalam bacaan pertama, Daniel mengisahkan tentang kekuatan iman yang dimiliki oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka berusaha melawan titah raja untuk melakukan penyembahan berhala kepada patung yang dibuatnya. Mereka mengimani bahwa hanya Allah yang menjadi kekuatan mereka. Tak ada allah lain yang bisa disamakan dengan Allah mereka.

Mereka secara mutlak menolak titah raja untuk menyembah patung itu. Konsekuensinya, mereka dihukum dengan cara dicampakkan ke dalam api yang menyala. Namun apa yang terjadi? Mereka diselamatkan oleh karena iman mereka. Jika tidak memiliki iman, pasti mereka tidak diselamatkan.

Melalui bacaan-bacaan pada hari ini, kita semua diajak untuk berani mempertanggungjawabkan iman kita akan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Niscaya, jika kita melakukan tindakan yang demikian, kita akan memperoleh keselamatan yang dijanjikan Kristus kepada kita.

(Fr. Bonefasius Sola)

“Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham” (Yoh. 8:39b).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, terima kasih atas iman yang kau tanamkan dalam diri kami. Kiranya dengan iman, kami mampu mempertanggungjawabkan semua hal kepada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini