Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Ul. 4:1,5-9; Mzm 147: 12-13, 15-16, 19-20; Mat. 5: 17-19.
Di zaman sekarang ini, banyak hukum dan peraturan di mana-mana. Tujuan dibuatnya hukum dan peraturan tersebut yakni supaya setiap orang dapat hidup teratur, tertib, dan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan.
Bacaan-bacaan hari ini secara khusus berbicara mengenai hukum dan peraturan. Dalam bacaan Injil, Yesus sangat menekankan mengenai pentingnya hukum bagi kehidupan manusia. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat tetapi untuk menggenapinya. Hukum dibuat untuk dijalankan dan bukan hanya sekadar didengar dan kemudian dilupakan.
Dalam bacaan pertama, hidup menurut hukum yang ditetapkan oleh Musa menjadi syarat utama bagi bangsa Israel untuk masuk dan menduduki tanah terjanji. Ini artinya, hidup sesuai hukum menjadi suatu kewajiban utama bagi setiap umat Allah.
Yesus mengajarkan kepada kita untuk dapat memahami, menghayati serta mengajarkan hukum dalam keutuhannya. Artinya bahwa apa yang didengar, itulah yang diajarkan, sehingga kabar keselamatan sampai kepada orang lain. Jika hidup kita sesuai hukum yang adalah landasan hidup umat Allah, maka kita pun telah menimba kekayaan yang dijanjikan Allah dalam hidup kita. Kita kelak akan menduduki tempat yang layak dalam Kerajaan Surga. Hal ini jelas dikatakan di akhir bacaan Injil hari ini: “Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi dalam Kerajaan Surga”.
Gereja pun memiliki berbagai hukum dalam hidup menggereja. Hukum tersebut dibuat agar kita mempunyai panduan dalam hidup kristiani kita. Hukum Taurat pada zaman Yesus maupun Gereja saat ini merupakan bukti Cinta Allah pada kita umat-Nya. Ia ingin agar hidup kita selamat. Tetapi yang menjadi persoalan di sini ialah bagaimana cara dan sikap kita menanggapi hukum tersebut.
Apakah kita sudah menanggapi hukum dengan sikap yang benar sesuai yang diajarkan oleh Yesus? Atau, apakah kita taat pada hukum karena kita benar-benar sadar akan adanya cinta Allah yang besar bagi kita? Ataukah kita taat karena terpaksa? Apakah kita ke Gereja setiap hari Minggu atau melakukan pertobatan hanya karena suatu kewajiban, ataukah suatu kerinduan besar dalam diri kita? Semoga hidup kita menjadi lebih baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama.
(Fr. Blasius Helyanan)
“Siapa yang melakukan dan mengajarkan perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga” (Mat. 5:19).
Marilah berdoa:
Tuhan, ajarilah kami untuk sungguh-sungguh hidup bercermin pada hukum dan peraturan-Mu. Amin.











