“Berharap kepada Tuhan” Renungan, Senin 8 Maret 2021

0
2725

Hari biasa Pekan III Prapaskah (U)

2Raj. 5:1-15a; Mzm. 42:2,3; 43:3,4; Luk. 4:24-30.

Sikap percaya kepada Tuhan akan menghantarkan seseorang kepada keselamatan sebagaimana ditunjukkan dalam bacaan-bacaan hari ini. Sebaliknya, menolak Tuhan berarti kita menerima Iblis di dalam hati kita.

Dalam bacaan pertama diceritakan tentang Naaman seorang panglima Aram yang mendapatkan penyakit kusta. Dalam penderitaanya itu, Naaman selalu mengusahakan berbagai cara untuk lekas sembuh dari penyakitnya. Namun, penyakitnya pun belum sembuh. Dengan petunjuk hambanya, akhirnya dia pergi kepada Nabi Elisa. Sang Nabi menyuruh Naaman untuk pergi mandi tujuh kali dalam sungai Yordan. Akhirnya, Naaman boleh mengalami kesembuhan, yang baginya adalah karya Allah.

Di sini dapat terlihat bahwa Naaman yang adalah seorang Panglima Aram memiliki iman yang begitu besar kepada Allah sehingga ia beroleh kesembuhan. Perwujudan iman yang ditunjukkannya nampak dari kesetiaan dan pengharapan yang besar kepada Allah, lewat Elisa dan pelayannya.

Kitab Mazmur juga menegaskan kembali tentang orang yang berharap pada Tuhan. Orang sedemikian akan mendapatkan keselamatan. Di situ nampak bahwa kasih Allah begitu besar bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya. Dalam bacaan Injil juga diungkapkan bahwa iman dan pengharapan kepada Allah akan mendatangkan keselamatan.

Namun dalam bacaan Injil ditunjukkan bahwa Yesus tidak dihormati di tempat asalnya. Hal ini terjadi karena masyarakat di mana Yesus berasal hanya mengenal pribadi Yesus sebatas manusia biasa atau berpikir merujuk kepada hal-hal duniawi. Akhirnya pengajaran yang diajarkan Yesus tidaklah diindahkan atau didengarkan. Yesus sebenarnya menegaskan kembali kepada mereka agar percaya kepada Tuhan. Hanya Tuhanlah yang diharapkan untuk menyelamatkan mereka dari kemurkaan-Nya.

Kemerosotan iman yang ditunjukkan oleh masyarakat saat itu dapat membuat mereka jauh dari kasih Tuhan. Kita pula terkadang jauh dari kasih Tuhan dengan cara tidak mengharapkan Tuhan sama sekali dalam kehidupan kita. Misalnya bekerja atau melakukan aktivitas yang tidak diawali dengan doa. Sebagai orang yang percaya, kita hendaknya menunjukkan kalau kita adalah pengikut Kristus yang setia dan selalu mengharapkan Tuhan dalam menjalankan seluruh aktivitas. Kiranya kita semua dapat belajar dari kedua bacaan hari ini agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Tuhan, kuatkanlah pengharapanku.

(Fr. Ambrosius Rahawarin)

Jiwaku merindukan Engkau Ya Allah(Mzm. 42:2).

Marilah berdoa:

Tuhan, bukakanlah hati kami untuk menerima Sabda-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini