Hari biasa Pekan II Prapaskah (U)
Yer. 17:5-10; Mzm 1:1-2,3,4,6; Luk. 16:19-31.
Dalam pembinaan di seminari, tentunya semua calon imam sudah menjalaninya, mulai dari bangun pagi sampai waktu istirahat pun ada aturannya. Semua itu dilakukan demi mengembangkan kepribadian calon imam yang mandiri dan kreatif, agar ketika menjadi imam, kelak orang itu menjadi Pastor Bonus. Hal itu berpulang dari masing-masing orang yang mendapatkan aturan tersebut. Kalau orang itu menjalankan aturan itu dengan taat pasti semuanya berjalan dengan baik dan dapat membantu perkembangan kepribadian calon imam. Kalau tidak berarti tidak layak dan pantas orang itu dikatakan calon imam.
Dalam bacaan pertama diceritakan nabi Yeremia yang sedang bergumul dan merenungkan tentang nasib yang akan menimpa bangsa Israel karena telah berbuat kesalahan terhadap Tuhan. Segala aturan dan ketetapan yang sudah diperintahkan Tuhan kepada bangsa Israel diabaikan begitu saja. Tuhan membuat semuanya itu agar bangsa Israel menjadi bangsa yang memiliki Allah dan taat akan perintah-perintah-Nya. Oleh sebab itu Tuhan menegaskan kembali agar bangsa Israel taat akan perintah-Nya dengan mengatakan, “Terkutuklah orang yang hatinya menjauh dari pada Tuhan dan diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”.
Namun Tuhan itu Maha Adil. Dia selalu bertindak bijaksana kepada orang yang taat akan perintah-Nya. Kitab Mazmur menegaskan kembali hasil yang diberikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan baik dan perbuatan fasik. Sangat baik Yesus menggambarkan orang yang tidak taat akan perintah Tuhan seperti orang kaya yang berfoya-foya dengan kekayaannya dan tidak mengasihi sesama dengan memberikan sedekah. Akibatnya dia tidak mendapatkan tempat yang layak di akhirat sesudah kematiannya ketimbang Lazarus si miskin yang hidupnya menderita sengsara.
Yesus sudah memberikan hukum cinta kasih kepada manusia, agar mereka taat pada perintah tersebut sebagaimana Yesus taat kepada Bapa-Nya dengan memberikan diri-Nya sebagai pelunas dosa manusia. Setiap orang hendaknya membalas cinta yang Yesus berikan dengan taat akan perintah-Nya yakni menjalankan hukum cinta kasih. Hukum tersebut menjadi pedoman bagi untuk masuk ke dalam kerajaan surga dan bahagia bersama Tuhan seperti orang miskin tersebut. Taatlah pada perintah Tuhan sebab ketaatan membawa keselamatan bagi kita yang percaya akan perintah Tuhan.
(Fr. Moses Sunlety)
“Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan” (Mzm. 1: 5-6).
Marilah berdoa :
Ya Bapa, ajarlah kami mendengarkan dan meneladani sabda Putra-Mu. Amin.











