“Belajar Dari Kehidupan”: Renungan, Selasa 16 Februari 2021

0
1665

Hari Biasa (H)

Kej. 6:5-8; 7:1-5, 10; Mzm. 29.1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21.

Ragi bermanfaat untuk membuat roti jadi lembut. Karena itu, ragi sebenarnya adalah bahan yang amat berguna. Tetapi dalam bacaan Injil, Yesus memberikan peringatan terhadap para murid-murid: “Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi orang Herodes”. Hal ini diungkapkan Yesus agar para murid menyadari bahwa hidup senantiasa dikepung dengan berbagai macam pengaruh. Ada pengaruh baik tetapi juga ada pengaruh buruk.

Bila kita mendengar kata Farisi dan Herodes, tentunya kita tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang kerap kali mewartakan keburukan orang lain dan menganggap dirinyalah yang benar dan patut untuk ditiru. Kita sering terperangkap pada pikiran, sikap dan perilaku yang mengarah pada rasa tidak percaya pada penyelenggaraan ilahi. Yesus datang untuk mengingatkan kita agar memiliki pikiran positif pada orang lain walaupun kita juga harus tetap berjaga-jaga dan berhati-hati. Kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan. Dosa terus terjadi, tidak hanya di masa lalu tetapi juga terjadi pada masa sekarang ini. Pencurian, perampokan, penipuan terus-menerus terjadi dalam masyarakat. Tindak kekerasan tidak pernah berhenti karena motif agama, politik, dan ekonomi. Semakin hari, orang bukannya semakin bijak dan saleh tetapi malah makin brutal, kasih tidak lagi mereka kenal dan aplikasikan. Hidup menjadi persaingan bebas; siapa yang kuat dia yang menang dan siapa yang lemah akan semakin tersingkir.

 

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajar para murid-Nya tentang ragi orang Farisi dan Herodes. Dalam perumpamaan ini Yesus menggunakan kata ragi karena sifat kepura-puraan orang Farisi. Mereka sangat memperhatikan hal-hal lahiriah dalam agama, tetapi mengabaikan hal-hal rohani yang justru lebih mendasar dan penting. Sedangkan ragi Herodes adalah semangat keduniawian yang dikuasai kesenangan dan ambisi politik yang tak terkendali. Dengan perumpamaan tersebut sesungguhnya Yesus berbicara mengenai kemunafikan orang Farisi dan Herodes karena mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan apa yang telah mereka ajarkan. Yesus memperingatkan para murid-Nya supaya waspada terhadap cara hidup yang munafik dan sok suci. Kita pun diundang untuk menjadi seorang murid yang sejati, yang tumbuh dalam kejujuran dan bukannya kemunafikan.

(Fr. Amatus Simon Petrus Letsoin)

 

“Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi orang Herodes” (Mrk. 8:15).

Marilah berdoa:

Ya Allah, berilah aku hati yang murni dan sederhana supaya aku dapat memahami ajaran-Mu dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini