“Bersaksi Tentang Dia”: Renungan, Jumat 8 Januari 2021

0
1485

Hari biasa sesudah Penampakan Tuhan (P)

1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Luk 5:12-16.

Dalam kehidupan manusia di zaman sekarang, ada banyak orang yang mencari Tuhan hanya ketika mereka membutuhkan pertolongan atau sedang mengalami kesulitan dalam hidup. Namun setelah mendapatkan pertolongan, mereka mulai perlahan-lahan melupakan Tuhan yang telah menolong mereka. Sebaliknya ada juga banyak orang yang selalu mencari dan bersandar kepada Tuhan, entah ketika mereka merasa sedih entah merasa senang atau bahagia.

Dalam bacaan pertama yang diambil dari surat pertama Rasul Yohanes diwartakan tentang kesaksian tentang Anak Allah, melalui Roh, karena Roh adalah kebenaran. Sehingga barang siapa percaya kepada kesaksian tentang Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu dalam dirinya dan kesaksian itu akan terus bertumbuh dalam dirinya. Melalui kesaksian itu Allah akan mengaruniakan kehidupan yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Sehingga sebagai manusia beriman yang percaya akan Kristus, kita dituntun untuk memberikan kesaksian tentang Anak Allah itu. Supaya kita semua memperoleh keselamatan atau kehidupan kekal nantinya. Namun kesaksian itu harus dimulai dari diri kita sendiri, sehingga orang-orang di sekitar kita, misalnya keluarga, tetangga dan juga orang lain bisa memberikan kesaksian yang sama sebagaimana yang kita maksudkan.

Dalam bacaan Injil hari ini diceritakan tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Pada zaman Yesus, orang yang sakit kusta dipandang sebagai orang yang berdosa atau najis. Sehingga orang-orang yang hidup bersama-sama dengan orang kusta itu tidak akan bergaul dengan dia. Namun Yesus berani menjamah orang sakit kusta itu supaya ia bisa memperoleh kesembuhan. Dari sini terlihat bahwa Yesus mempunyai kerendahan hati untuk menyembuhkan si kusta. Di sisi lain juga, si kusta mempunyai iman kepercayaan yang teguh kepada Yesus, sehingga ia memperoleh kesembuhan dari-Nya.

Namun Yesus melarang orang kusta itu memberitahukan kepada siapa pun tentang hal yang terjadi pada dirinya. Namun kabar tentang Yesus semakin tersebar di mana-mana. Dan itu terjadi karena kesaksian yang dilakukan si kusta kepada orang-orang sezamannya, dengan memperlihatkan dirinya kepada mereka bahwa ia telah tahir dari kustanya.

Dari bacaan-bacaan hari ini, Yesus mau mengajak kita supaya kita bisa memberikan kesaksian tentang diri-Nya di mana pun kita berada. Supaya setiap orang mengenal dan mengimani Dia yang mampu memberikan kehidupan dan keselamatan kepada kita semua.

(Fr. Krisjumon Tohea)

 

“Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir”” (Luk. 5:13a).

Marilah berdoa:

Ya Allah, kuatkanlah kami selalu agar mampu memberikan kesaksian tentang Engkau di mana pun kami berada. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini