“Taat Kepada Tuhan”: Renungan, Rabu 23 Desember 2020

0
2321

Hari Biasa Khusus Adven (U)

Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mzm. 25:4bc-5ab,89,10,14; Luk. 1:57-66

Sekarang adalah masa-masa kita menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Pada kesempatan ini, marilah kita belajar tentang ketaatan sebuah keluarga memenuhi panggilannya bagi Tuhan. Keluarga itu adalah keluarga Imam Zakharia yang pada hari ini Injil Lukas ceritakan.

Dalam bacaan Injil, Tuhan memilih keluarga Imam Zakharia untuk menjadi tempat kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelak, dialah yang merintis jalan bagi kedatangan Yesus, Sang Mesias. Tuhan menganugerahi keluarga ini dengan suatu mujizat. Tuhan mengizinkan Elisabeth yang sudah tua dan mati haid, untuk mempunyai anak. Anak itulah nanti akan menjadi perintis jalan bagi kedatangan Kristus.

Melahirkan dan membesarkan seorang anak adalah hal yang tidak mudah. Imam Zakharia dan Elisabeth bisa saja menolak tugas berat itu. Namun, mereka membuktikan diri sebagai orang-orang yang taat kepada Tuhan. Ketaatan itu terlihat dalam pemberian nama anak tersebut. Setelah anak itu lahir, orang tuanya memberinya nama di luar nama marga mereka. Mereka memberinya nama sesuai perintah Tuhan melalui malaikat, yaitu Yohanes.

Nah dalam kisah ini apa yang dapat kita pelajari dan renungkan? Cerita ini mengajak kita hidup dalam ketaatan serupa kepada Allah. Secara khusus dalam menyambut Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita, Kita dapat mengesampingkan, bahkan menempatkan segala kepentingan lain  untuk taat kepada-Nya. Ketika kita taat kepada Tuhan, apakah yang akan kita peroleh? Pertama, sama seperti Tuhan memberikan anugerah kepada Imam Zakharia dan Elisabeth karena mereka benar di hadapan Allah, maka begitu juga kita akan mendapat anugerah yamg sama dari Allah jika kita taat dan melakukan apa yang benar di hadapan Allah. Kedua, ketika perkataan dan tindakan kita mencerminkan ekspresi, bagaimana kita taat sebagai ungkapan rasa cinta kita kepada Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka balasannya adalah kita akan dikasihi dan dicintai oleh Tuhan pula.

Saudara terkasih, marilah kita meneladani hidup keluarga Imam Zakharia dan Elisabeth dengan hidup benar di hadapan Allah dan taat kepada-Nya sehingga kasih yang besar dari Tuhan selalu dan senantiasa ada berserta kita kini dan selama-lamanya.

(Fr. Aldo Adelbert Oping)

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23).

Marilah berdoa:

Ya Allah, berikanlah aku ketaatan untuk mendengarkan dan melakukan sabda karya keselamatan dari-Mu. Amin 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini