“Immanuel: Allah Beserta Kita”: Renungan, Senin 21 Desember 2020

0
1695

Hari Biasa Khusus Adven (U)

Kid. 2:8-14 atau Zef. 3:14-18a; Mzm. 33:2-3, 11-12,20-21; Luk. 1:39-45

Pandemi Covid-19 masih sangat terasa di berbagai sektor kehidupan manusia. Banyak orang mulai merasa sedih dan kuatir karena kehilangan jabatan maupun pekerjaan. Lebih dari itu, ada yang berpendapat bahwa Tuhan sudah melupakan umatnya sehingga wabah ini tidak bisa teratasi lagi. Akan tetapi, dari pandemi ini kita dapat belajar banyak hal. Salah satu ialah membangun hubungan kebersamaan dengan anggota keluarga masing-masing. Kita harus bersyukur karena melalui pandemi ini, semua orang bisa tinggal di rumah dan boleh menata kehidupan bersama yang lebih baik.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengisahkan tentang kuasa Allah yang selalu menyertai umat-Nya. Dalam bacaan pertama nabi Zefanya mengajak umat-Nya agar hidup dalam sukacita dan kegembiraan. Zefanya bernubuat demikian sebab Sang Immanuel kini sudah dekat dan akan hadir di tengah-tengah kita. Allah menginginkan agar umat-Nya selalu bersukacita dan bergembira dalam situasi mana pun karena Ia selalu bersama dengan umat-Nya. Hal ini yang dialami oleh bangsa Israel dalam bacaan pertama.

Putri Sion dan bangsa Israel patut bersorak-sorai dan tak usah gentar lagi karena Allah senantiasa menyertai mereka. Kehadiran Allah di tengah mereka telah melenyapkan malapetaka dan memporak-porandakan musuh-musuh mereka. Sukacita dan kegembiraan yang dialami dalam bacaan pertama masih berkelanjutan pada bacaan Injil.

Di dalam bacaan Injil Perawan Maria mengunjungi Elisabeth dan Elisabeth penuh dengan Roh Kudus. Ini merupakan kesaksian iman akan tanda heran yang sedang dialaminya. “Siapakah aku ini, sampai  ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Pada saat itu anak yang ada dalam rahimnya mengalami lonjakan kegirangan. Hal ini terjadi karena kuasa Allah yang selalu berkarya dan menyertai Maria. Kuasa itu tetap berkarya pada Maria sampai akhirnya melahirkan Sang Immanuel sebagai sumber sukacita umat Kristiani.

Sebagai umat Kristiani yang sedang menantikan kedatangan Sang Immanuel, yang perlu kita siapkan adalah hidup dalam sukacita dan kegembiraan antara satu dengan yang lain. Dengan  membuka diri terhadap sesama anggota keluarga, maka kita semua sudah bersedia untuk menerima rahmat Allah yang selalu menyertai kita yakni kelahiran Yesus Kristus. Dialah Sang Immanuel yang selalu menyertai dan menuntun kita sampai ke hidup yang kekal.

(Fr. Benny Fasak)

“Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk. 1:45).

 Marilah berdoa:

Bapa, berkatilah kami selalu dalam hidup ini agar tetap percaya akan sabda-Mu. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini