“Bahu yang Kekar”: Renungan, Rabu 9 Desember 2020

0
1392

Hari Biasa Pekan II Adven (U).

 BcE Yes. 40:25-31; Mzm. 103:1-2.3-4.8, 10; Mat. 11:28-30.

Teman-teman terkasih, kesusahan, kegelisahan, keterpurukan, kegagalan seringkali kita jumpai dalam hidup kita. Bahkan bagi beberapa orang, hidup sungguh terasa sial. Mengapa? Karena ada masalah-masalah yang sering datang menghancurkan kebahagiaan manusia. Contoh sederhana: seorang mahasiswa yang merasa terpuruk karena nilai ujian yang buruk. Atau seorang pengemis yang bingung dan gelisah setiap hari karena tidak adanya makanan untuk dimakan. Contoh sederhana itu memperlihatkan bahwa dalam hidup harian, manusia cenderung bertemu dengan masalah-masalah yang membuat hidup terasa berat.

Semua perkara dalam hidup sering menghantar manusia pada pertanyaan seperti: apakah Tuhan benar-benar ada? Perkara yang terasa begitu berat dalam hidup manusia sering menghantar manusia pada suatu keraguan akan eksistensi Tuhan. Dengan kata lain seringkali kita mengeluh dan terus mengeluh kepada Tuhan karena masalah yang kita hadapi. Bahkan ada orang yang mulai membenci Tuhan akibat masalah yang begitu banyak dalam hidupnya.

Injil hari ini memberi suatu pengharapan yang begitu besar bagi kita. Dalam injil Tuhan berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Tuhan memberi solusi yang luar biasa dari segala keterpurukan hidup manusia. Tuhan memberi dirinya sendiri untuk manusia supaya manusia hidup dalam kebahagiaan bersama-Nya. Hidup bersama Tuhan berarti manusia menyerahkan hidup seutuhnya dalam penyelenggaraan Tuhan. Maka dari itu ketika kita hidup bersama Tuhan dan kita menemukan masalah-masalah, yakinlah bahwa masalah tersebut menjadi pembelajaran bagi kita supaya kita semakin mendekatkan diri dengan Tuhan.

Nabi Yesaya sendiri berkata bahwa Tuhan memberi kekuatan pada yang lelah dan memberi semangat pada yang tak berdaya, sungguh luar biasa pengertian Tuhan terhadap manusia. Dalam masa penantian ini, kita melihat betapa besar pengertian Tuhan. Hari yang besar akan tiba dimana Penyelamat akan datang ke dunia. Hal ini menjadi tanda nyata betapa besar kasih Tuhan bagi umat manusia.

Ketika bahu manusia tak mampu memikul masalahnya sendiri, Tuhan datang dalam hidup kita dan mengambil beban berat tersebut. Bahu Tuhan memang luar biasa. Dalam hidup sehari-hari baiklah jika kita selalu menjadi orang-orang yang menantikan Tuhan. Menurut Yesaya orang-orang yang selalu menantikan Tuhan adalah mereka yang seperti rajawali yang selalu terbang tinggi di langit.

(Fr. Delviano Kapele)

“Dia memberi kekuatan pada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yes. 40:29).

Marilah Berdoa:

Ya Allah, kuatkanlah diriku ketika masalah-masalah hidup membuaku lemah. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini