“Jalan Tuhan adalah Terbaik”: Renungan, Minggu 6 Desember 2020

0
1818

Hari Minggu Adven II (U)

Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8

Dalam konteks kehidupan setiap hari terlebih dalam kehidupan bersama keluarga, ketika mempersiapkan suatu pesta atau perayaan syukur, akan dibuat banyak persiapan. Maksudnya yaitu ketika tamu undangan datang, segala sesuatu sudah dipersiapkan dan tidak lagi ada kekurangan  sehingga tamu undangan yang datang dapat dilayani dengan baik, sehingga pesta itu pun dapat berjalan dengan baik. Setiap orang yang mempersiapkan hal itu akan berusaha mempersiapkannya dengan sempurna sehingga tidak akan ada lagi kekurangan. Mempersiapkan segala sesuatu untuk hal-hal yang lahiriah menjadi suatu hal yang penting, namun mempersiapkan diri bagi kedatangan Tuhan adalah jauh lebih penting bahkan melebihi segala sesuatu di dunia ini.

Injil hari ini juga mau mengajak kita untuk melakukan persiapan. Persiapan yang dimaksud di sini adalah persiapan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Seperti halnya yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis yang berseru-seru di padang Gurun, “Persiapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” Seruan Yohanes ini menjadi seruan yang dikumandangkan bagi kita semua sebagai orang beriman, para pengikut Kristus.

Salah satu pokok dan sikap penting yang mau ditegaskan dalam bacaan Injil hari ini yakni bahwa dalam persiapan diri untuk menyambut Tuhan dibutuhkan pertobatan diri. Pertobatan adalah langkah awal dari suatu persiapan yang tentunya dapat memampukan setiap orang yang percaya kepada Yesus agar sungguh pantas dan layak menyambut Tuhan dalam hidupnya.  Pertobatan adalah langkah awal bagi setiap pengikut Kristus untuk mempersiapkan dirinya dengan lebih mantap. Sehingga pada akhirnya ia bisa layak menyambut kedatangan Tuhan. Pertobatan sungguh-sungguh jalan yang terbaik yang dapat dilakukan.

Bertobat memang bukanlah satu-satunya yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Pertobatan adalah cara kita para pengikut Kristus agar memperoleh pengampunan atas dosa-dosa kita, memperoleh belas kasih dan keselamatan dari Tuhan. Kristus yang akan datang adalah wujud kasih dan bukti nyata dari Allah yang mau solider dengan manusia. Untuk itu kedatangannya sangat penting dan perlu dipersiapkan. Kita harus memperbaiki diri dan melayakkan diri untuk menyambut kedatangannya.

(Fr. Khristiano Mokili)

“Bertobatlah dan berilah diri-Mu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu » (Mrk. 1:4b).

 

Marilah berdoa:

Tuhan, bimbinglah  aku agar  senantiasa bertobat dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatanku sehingga layak dan pantas di hadapan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini